INDF, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Sektor Manufaktur)

Visi

Perusahaan Total Food Solutions

Misi

  • Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan
  • Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi dan teknologi kami
  • Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan
  • Meningkatkan stakeholders’ values secara berkesinambungan

Produk

  • Produk Konsumen Bermerek
  • Bogasari
  • Agribusiness
  • Distribusi

Sejarah

1990,

  • Didirikan sebagai PT Panganjaya Intikusuma.
  • Memasuki bisnis makanan ringan melalui usaha patungan (“JV”) dengan Fritolay Netherlands Holding BV, afiliasi dari PepsiCo Inc.

1994,

  • Berganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur.
  • Terdaftar di BEI.

1995, Memulai integrasi mundur dengan akuisisi pabrik tepung Bogasari.
1997, Memperluas integrasi bisnisnya dengan mengakuisisi sekelompok perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, agribisnis dan distribusi.
2005, Memasuki bisnis pelayaran melalui akuisisi PT Pelayaran Tahta Bahtera.
2007,

  • Mencantumkan Grup Agribisnis, Indofood Agri Resources Ltd., di Bursa Efek Singapura (“SGX”).
  • Grup Agribisnis memperluas kepemilikan perkebunannya dengan mengakuisisi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, perusahaan perkebunan yang terdaftar di BEI.


2008,

  • Grup Agribisnis merambah bisnis gula dengan mengakuisisi PT Lajuperdana Indah.
  • Grup Produk Konsumen Bermerek (“CBP”) memasuki bisnis susu dengan mengakuisisi PT Indolakto, salah satu produsen susu terkemuka di Indonesia.


2010, Mencatatkan CBP Group, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, di BEI.
2011, Mencatatkan PT Salim Ivomas Pratama Tbk, anak perusahaan Grup Agribisnis, di BEI.
2013,

  • Grup CBP memasuki bisnis minuman.
  • Grup Agribisnis memperluas bisnis gula ke Brasil dan Filipina melalui investasi ekuitas di Companhia Mineira de Açúcar e Álcool Participações (“CMAA”) dan Roxas Holdings Inc. (“Roxas”).

2014, Grup CBP memperluas bisnis minumannya dengan memasuki bisnis air kemasan, dengan mengakuisisi aset air kemasan termasuk merek Club.
2018, Grup CBP memperoleh kepemilikan penuh atas anak perusahaan minuman dan produk kuliner, selain dimulainya distribusi produk nasional bisnis popok kertas.

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

AALI, PT Astra Agro Lestari Tbk (Sektor Perkebunan)

Visi

Menjadi Perusahaan Agrobisnis yang paling Produktif dan paling Inovatif di Dunia

Misi

Menjadi Panutan dan Berkontribusi untuk Pembangunan serta Kesejahteraan Bangsa

Detail Perusahaan

Saham beredar : 1,924,688,333.00 ( Per 30 Desember 2019)
Kepemilikan: PT Astra International Tbk : 79,7% – Publik : 20,3%

Produk dan Jasa

  • Tandan Buah Segar (Kelapa Sawit)
  • CPO (Crude Palm Oil)
  • Biji Kernel
  • Produk Refinery

Sejarah

1984, dimulai dari perkebunan Ubi Kayu, kemudian ke tanaman karet hingga kelapa sawit di Riau.
Kini daya kelola perkebunan mencapai 286.877 hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi
1997, Perseroan melakukan IPO
2016, Perseoran mengoprasikan blending plant atau pabrik pencampuran pupuk. Dan mengembangkan usaha integrasi sawit-sapi

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

PTBA, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (Sektor Pertambangan)

Visi

Perusahaan energy kelas dunia yang peduli lingkungan

Misi

Mengelola Sumber energy dengan mengembangkan kompetensi korporasi dan keunggulan insani untuk memberikan nilai tambah maksimal bagi stakeholder dan lingkungan

Anak Perusahaan, Produk dan Jasa

PT Batubara Bukit Kendi
PT Bukit Pembangkit Innovative
PT Bukit Asam Prima
PT Internatisional Prima Coal
PT Bukit Asam Banko
PT Bukit Asam Transpacific Railways
PT Huadian Bukit Asam Power
PT Bukit Asam Methana Enim
PT Bukit Asam Metana Ombilin
PT Bukit Energi Metana
PT Bukit Multi Investama
PT Bukit Energi Investama

Sejarah PTBA

1923-1940, Pertambangan Air Laya mulai bekerja dan
1938, mulai produksi secara komersil
Penjajahan Belanda usai dan pekerja indonesia menginginkan status tambang menjadi milik negara
1950, Pemerintah membentuk fondasi untuk Perusahaan Negara Tambang Arang Bukit Asam (PN TABA)
1981, 1 Maret, PN TABA mengganti status menjadi perusahaan terbatas dan menamainya PT Bukit Asam (Persero)
1990, Pemerintah menggabungkan Perum Tambang Batubara dan perusahaan menjadi 1 entitas
1993, Pemerintah menugaskan perusahaan mengembangkan bisnis briket batubara.
2002, 23 Desember, Perusahaan mencatat ke pasar saham dengan nama PTBA.
2017, 29 November, mengadakan rapat pemegang saham, untuk mendiskusikan 3 hal.
2017, 4 July, kepedulian terhadap peningkatan penyertaan modal Republik Indonesia ke dalam PT Inalum (Persero), dengan perubahan penggantian kepemilikan dari RI ke PT Inalum (persero) – Dimiliki oleh BUMN dengan Inalum sebagai kepalanya.

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

TLKM, PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk (Sektor Infrastuktur)

Visi

Menjadi penyedia layanan dan solusi gaya hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya.

Misi

Memberikan layanan dan solusi digital mobile yang melebihi ekspektasi para pengguna, menciptakan nilai lebih bagi para pemegang saham serta mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa.

Produk dan Jasa

  1. Telekomunikasi
  • Sambungan Telepon Kabel Tidak Bergerak
  • Sambungan Telepon Nirkabel Tidak Bergerak
  • Seluler
  • Jasa Layanan Internet
  • Layanan Jaringan
  • Jasa Komunikasi Data
  • Layanan Interkoneksi dan Intercarrier
  • Sarana Maintenance
  1. Layanan Teknologi Informasi (“TI”)
  • Managed Application & Performance/ITO Cloud Based Managed Services
  • E-Payment/Payment Service
  • IT enabler Services (“ITeS”)
  • Network Centric VAS
  • Jasa Integrasi
  1. Media & Edutainment
  • Konten
  • Portal
  • Media Pay TV

Sejarah

1995, Telkomsel Diluncurkan Diresmikan oleh PT Telkomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Indosat Tbk (Indosat).
Meluncurkan layanan pascabayar, kartuHalo.

1997, simPATI diluncurkan – kartu prabayar pertama di Asia. Melayani 27 provinsi di seluruh Indonesia.

1998, Menjadi pemimpin dalam industri seluler di Indonesia.

2000, Memperkenalkan layanan mobile banking pertama di Indonesia

2001, Beroperasi dalam layanan dual band GSM dalam frekuensi 900 dan 1800 MHz di Indonesia

2002, Meluncurkan layanan WAP, web, dan layanan data melalui SMS untuk berseluncur online melalui ponsel.

2003, Memperkenalkan layanan roaming internasional prabayar pertama untuk Indonesia.

2004,

  • Meluncurkan kartu prabayar kedua mereka, KARTU As.
  • Bergabung dengan aliansi perusahaan telekomunikasi regional, Bridge Alliance, untuk meningkatkan pelayanan bagi para pelanggan.
  • Memperkenalkan teknologi EDGE, dengan kecepatan jaringan yang lebih cepat dari GPRS.

2005, Call Centre Telkomsel menerima sertifikasi ISO 9001:2000.

2006, Memperkenalkan jaringan 3G pertama di Indonesia.

2007,

  • Meluncurkan Telkomsel Flash dan High Speed Download Packet Service pertama di Indonesia.
  • Memperkenalkan layanan push email.
  • Meluncurkan TCASH, layanan uang digital lewat ponsel pertama di Indonesia.

2008 ,

  • Meluncurkan program Telkomsel Merah Putih, untuk penyediaan jasa telekomunikasi di daerah terpencil dan area perbatasan.
  • Menjadi provider pertama di dunia yang menyediakan layanan mobile dan data di atas kapal PELNI.
  • Memperkenalkan Hydro Fuel Cell pertama di Asia.

2009, eningkatkan kualitas jaringan menjadi HSPA dengan akses data hingga 21Mbps.

2010,

  • Meluncurkan Langit Musik, layanan download lagu secara utuh pertama di Indonesia.
  • Meluncurkan layanan Mobile Advertising.
  • Mengadakan program Desa Berdering yang membuka akses telekomunikasi ke lebih dari 25.000 desa.
  • Uji coba teknologi LTE pertama di Indonesia.

2011, Meluncurkan fasilitas telekomunikasi R&D di Indonesia.
Memperkenalkan Tap Izy, pembayaran elektronik atau e-wallet pertama di Indonesia.

2012, Menjadi operator seluler terbesar keenam di dunia dengan 125 juta pelanggan.
Memperkenalkan layanan mobile Wi-Fi pertama di Indonesia.

2013, Meresmikan GraPARI Hong Kong.
Memperkenalkan mobil pelayanan Mobile GraPARI.

2014, Meluncurkan kartu prabayar anak muda, Loop.
4G LTE secara komersial diluncurkan di Indonesia.

2015, Meresmikan GraPARI Mekah.
Memperkenalkan TCASH Tap.
Meluncurkan T-Drive, sebuah solusi asisten berkendara dengan cerdas.

2016,

  • Meresmikan GraPARI digital pertama di Mall Pondok Indah 3.
  • T-Bike, layanan Telkomsel yang terkoneksi dengan sepeda motor diluncurkan.
  • TCASH bersama BTPN, kemudian meluncurkan TCASH Ekstra, layanan keuangan yang menghubungkan tabungan dan uang elektronik pertama di Indonesia.

2017,

  • Menghadirkan layanan GraPARI Virtual.
  • Meluncurkan Telkomsel Fleetsight, layanan Internet of Things (IoT) untuk solusi pengelolaan kendaraan/armada perusahaan.
  • Melakukan uji coba teknologi 5G pertama di Indonesia.

2018,

  • Memelopori komersialisasi teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT).
  • Meluncurkan aplikasi MAXstream, layanan video on demand untuk menikmati tayangan premium lokal dan internasional.
  • Merilis aplikasi mobile game pertama, ‘ShellFire’.
  • Menghadirkan pengalaman teknologi 5G pada perhelatan Asian Games

2019,

  • Melakukan transformasi layanan keuangan elektronik TCASH menjadi LinkAja.
  • Meluncurkan by.U sebagai layanan seluler prabayar digital pertama di Indonesia.
  • Melakukan uji coba dan demo jaringan 5G untuk segmen industri.
  • Melakukan panggilan video call menggunakan jaringan 5G yang pertama di Indonesia

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

UNVR, PT Unilever Indonesia Tbk (Sektor Manufaktur)

Visi

  • Untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia dengan menyentuh kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya.

Misi

  • Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari.
  • Kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan orang lain.
  • Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap harinya yang bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi dunia.
  • Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami tumbuh dua kali lipat sambal mengurangi dampak terhadap lingkungan, dan meningkatkan dampak sosial.

Produk dan Jasa

  • Makanan dan Minuman
  • Perawatan Pribadi
  • Perawatan Rumah

Sejarah

1933 – Unilever Indonesia pertama kali berdiri dengan nama Lever’s Zeepfabrieken N.V di daerah Angke, Jakarta Utara

1936 – Margarin Blue Band dan sabun mandi Lux mulai dipasarkan di Indonesia

1982 – Unilever Indonesia menjadi perseroan terbuka dan melepas saham ke publik dengan mendaftarkan 15% saham di Bursa Efek Indonesia

1990 – Membuka pabrik Personal Care di Rungkut, Surabaya dan memasuki bisnis teh dengan mengakuisisi SariWangi

1992 – Pabrik es krim Wall’s dibuka di Cikarang. Conello dan Paddle Pop muncul di pasar

2001 – Memulai bisnis kecap dengan mengakuisisi Bango

2004 – Merek Knorr diakuisisi dari Unilever Overseas Holding Ltd dan menggabungkannya dengan Unilever Indonesia. Memindahkan pabrik produk perawatan rambut dari Rungkut ke Cikarang

2008 – Membangun pabrik perawatan kulit (skin care) terbesar se-Asia di Cikarang. Memasuki bisnis minuman sari buah dengan mengakuisisi brand Buavita dan Gogo. SAP diimplementasikan di seluruh Unilever Indonesia

2013 – Memperingati 80 tahun perjalanan Unilever Indonesia, dengan meluncurkan “Project Sunlight” untuk menginspirasi masyarakat agar bergabung dalam menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang

2014 – Meluncurkan program ‘Bitobe untuk Indonesia’, sebagai wujud komitmen jangka panjang Lifebuoy untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat

2015 – Membuka pabrik ke-9 dari Unilever Indonesia seluas 6 hektar di Cikarang, yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 7 juta unit bumbu masak dan kecap setiap tahunnya

2016 – Memindahkan kantor pusat ke gedung baru seluas 3 hektar di BSD City Tangerang. Kantor baru ini ditempati oleh 1.200 karyawan dan diresmikan pada tahun 2017

2018 – Meluncurkan kategori baru yaitu kategori saus sambal dengan mempersembahkan saus sambal Jawara dan meluncurkan brand perawatan tubuh baru Korea Glow

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

PGAS, PT Perusahaan Gas Negara (Sektor Energy)

Visi

Menjadi Perusahaan Gas Nasional Terkemuka di Dunia untuk Masa Depan yang Berkelanjutan dan Kedaulatan Energi Nasional.

Misi

Menjalankan bisnis gas di bidang midstream, downstream, dan usaha pendukung lainnya yang berkomitmen untuk meningkatkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan dengan :

  • Menyediakan gas dan mengembangkan infrastruktur untuk pemanfaatan gas sebagai energi dan bahan baku untuk menciptakan nilai yang optimum bagi kepentingan pelanggan dan masyarakat;
  • Menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan karyawan, berwawasan lingkungan, mempunyai keunggulan dan mengutamakan keselamatan;
  • Menjalankan prinsip pengelolaan Perusahaan yang profesional, bertanggungjawab dan berkelanjutan;
  • MenyediakanMenciptakanMenyelenggarakanMenjalankan
    Menyelenggarakan usaha lainnya untuk menunjang pemanfaatan gas dan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan

Anak Perusahaan, Produk dan Jasa

  • PGN LNG (Liquified Natural Gas) penyimpanan dan pengiriman LNG, dan regasifikasi gas alam.
  • PGN Saka (memproses gas)
  • Fasilitas Floating Storage and Regasification Terminal (“FSRT”)
  • PT TRANSPORTASI GAS INDONESIA (mengangkut gas alam melalui pipa ke pasar domestik dan internasional.)
  • PT Gagas Energi Indonesia
  • PGN COM (fiber optic)
  • PGN MAS
  • PT PGAS Solution

Sejarah

1859-1965
Pada tahun 1859 didirikan perusahaan swasta Belanda, Firma L.J.N. Eindhoven & CO Gravenhage. PGN baru ditetapkan sebagai perusahaan negara pada 13 Mei 1965.

1994-1998
Perluasan bisnis dan ekspansi PGN diikuti pembentukan anak usaha PT Transportasi Gas Indonesia.

2003
Saham PGN dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya dengan kode PGAS Pada 15 Desember 2003.

2007-2012
Pembentukan anak usaha PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, PT PGAS Solution, PT Saka Energi Indonesia, PT Gagas Energi Indonesia dan PT PGN LNG Indonesia.

2016
PGN memulai pembangunan dan pengelolaan proyek jaringan gas bumi rumah tangga di wilayah Batam, Surabaya dan Tarakan, setelah sebelumnya ditahun 2015 ditugaskan mengelola jaringan di 11 wilayah. PGN melakukan transformasi organisasi bersama Anak dan Afliasi dalam bentuk ONE PGN, mengukuhkan langkah ke tahapan selanjutnya menuju perusahaan kelas dunia di bidang gas.

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

JSMR, PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Visi

Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya, dan Be​​rkesinambungan

Misi

  1. Memimpin Usaha Jalan Tol di Seluruh Rantai Nilai Secara Profesional
  2. Mengoptimalkan Pengembangan Kawasan untuk Kemajuan Masyarakat
  3. Meningkatkan Nilai Bagi Pemegang Saham
  4. ​Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Melalui Pelayanan Prima
  5. Mendorong Pengembangan dan Peningkatan Kinerja Karyawan dalam Lingkungan yang Harmoni

Produk dan Jasa Perusahaan

  • Toll Operator
  • Toll Maintenance

Sejarah

PT Jasa Marga (persero) Tbk. Indonesia, didirikan pada tanggal 1 Maret 1978 untuk menyediakan jaringan jalan raya yang andal di dalam negeri.

Jasa Marga merupakan satu-satunya penyelenggara jalan tol di tanah air yang dibiayai oleh Pemerintah melalui pinjaman luar negeri dan penerbitan obligasi. Jasa Marga sebagai penyelenggara dan pengembang jalan tol membutuhkan izin konsesi dari Pemerintah.

Periode I
1978 – 1987

Operator Tunggal Jalan Tol

1978 – Jasa Marga didirikan sebagai operator tunggal jalan tol dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengadaan jaringan

1978 – Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) mulai beroperasi

1979 – Jembatan Tol Rajamandala mulai beroperasi dan dapat dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 2003

1981 – Jalan Tol Tallo Lama (Ujung Pandang) mulai beroperasi dan diserahkan kepada PT Bosowa Marga Nusantara untuk dikelola pada tahun 1995

1981 – Jembatan Tol Wonokromo (Surabaya) mulai beroperasi dan dapat dikembalikan kepada pemerintah pada 1986

1982 – Brigde Tol Kapuas mulai dan dapat dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 1991

1982 – Brigde Tol Mojokerto mulai beroperasi, tetapi dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 2003

1984 – Jalan Tol Jakarta-Tangerang mulai beroperasi

1983 – Jalan Tol Semarang Seksi A (Srondol – Jatingaleh) mulai beroperasi

1985 – Ir. Jalan Tol Sedyatmo (Bandara) mulai beroperasi

1986 – Jalan Tol Belawan Medan Tanjung Morawa mulai beroperasi

1986 – Jalan Tol Surabaya-Gempol-Mojokerto mulai beroperasi

Periode II
1987 – 2004

Otoritas dan Penyelenggara Jalan Tol

Pembinaan disediakan semua pihak swasta kesempatan untuk mengelola jalan tol melalui sistem membangun, mengoperasikan, dan transfer (BOT)

1987 – Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Semanggi mulai beroperasi

1987 – Jalan Tol Semarang Seksi B (Jatingaleh-krapyak) mulai beroperasi

1988 – Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai beroperasi

1989 – Jalan Tol Dalam Kota Semanggi-Grogol mulai beroperasi

1991 – Jalan Tol Padalarang-Cileunyi mulai beroperasi

1995 – Jalan Lingkar Luar Jakarta Pondok Pinang-Lenteng Agung mulai beroperasi (oleh PT Marga Nurindo Bhakti)

1996 – Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Pondok Pinang-Lenteng Agung mulai beroperasi (oleh PT Marga Nurindo Bhakti)

1998 – Jalan Tol Palimanan Kanci mulai beroperasi

1998 – Jalan Tol Semarang Seksi C (Jangli-Kaligawe) mulai beroperasi

1999 – Jalan Tol Serpong-Ulujami (Jembatan Serpong-Bintaro) mulai beroperasi

2003 – Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta dioperasikan oleh PT Jalan tol Lingkar luar Jakarta (anak perusahaan Jasa Marga)

2003 – Jalan Tol Cipularang Tahap I (bypass Padalarang dan Dawuan-Sadang) mulai beroperasi

Periode III
2004 – sekarang

Pengembang dan Operator Jalan Tol

Fungsi Kewenangan dikembalikan kepada Pemerintah (Departemen Pekerjaan Umum), Jasa Marga menjadi operator murni

2005 – Jalan Tol Cipularang Tahap II (Sadang-Padalarang Utara) mulai beroperasi, Jakarta-Bandung terkoneksi dengan jalan tol

2006 – Jalan Lingkar Luar Jakarta (ruas Taman Mini-Jati Asih) mulai beroperasi

2006 – Jalan Tol Surabaya-Gempol, Jalur Porong-Gempol ditutup karena insiden lumpur

2007 – Jalan Lingkar Luar Jakarta Rorotan-Ulujami (4,5km) mulai beroperasi

2007 – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi perusahaan publik melalui IPO (Penawaran Umum Perdana) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia

2008 – Jalan Tol Bogor Ring Road dioperasikan oleh PT Marga Sarana Jawa Barat, anak perusahaan Jasa Marga

2009 – Jembatan Tol Suramadu dioperasikan oleh Jasa Marga cabang Surabaya-Gempol

2011 – Jalan Tol IA Ruas Surabaya-Mojokerto dioperasikan oleh PT Marga Nujyasumo Agung, anak perusahaan Jasa Marga

2011 – Jalan Tol Semarang-Solo Tahap I Jalur Semarang-Ungaran dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng, anak perusahaan Jasa Marga

2012 – Penerapan e-Toll Pass

2013 – Inisiasi Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Jalan Tol Bali Mandara) dan JORR W2 Utara (Tol Kebon Jeruk-Ciledug.

2013 – Pembentukan PT Jasamarga Property

2014 – Diresmikannya jalan tol Semarang-Solo (seksi 2 ruas Ungaran-Bawen), ogor Jalan Lingkar Luar (ruas 2A Kedung Halang-Badak Kedung) dan Tol JORR W2 Utara (ruas Ciledug-Ulujami).

2014 – Memenangkan tender konsesi jalan Tol Kualanamu-Medan-Tebing Tinggi.

2014 – Penandatanganan pengoperasian Jembatan Tol Surabaya-Madura.

2015 – Akuisisi Jalan Tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Cinere-Serpong.

2015 – Beroperasinya jalan Tol Gempol-Pandaan.

2015 – Pembentukan PT Jasa Layanan Operasi.

2016 – Pengoperasian Surabaya-Mojokerto seksi 4: Tol Krian-Mojokerto.

2016 – Pemenang tender Jalan Tol Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan PandaanMalang.

2016 – Integrasi Jalan Tol Jakarta-Brebes.

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

ASII PT Astra International (Sektor Manufaktur)

Visi

  1. Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi
  2. Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab social serta ramah lingkungan

Misi

Sejahtera bersama bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder kami

Produk dan Jasa

  • Otomotif
    • Mobil
    • Sepeda Motor
    • Komponen
  • Jasa Keuangan
    • Pembiayaan Mobil
    • Pembiayaan Motor
    • Pembiayaan Alat Berat
    • Asuransi
  • Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi
    • Mesin Konstruksi
    • Kontraktor Penambangan
    • Pertambangan
    • Konstruksi
  • Agribisnis
  • Infrastruktur & Logistik
  • Teknologi Informasi

Sejarah

1957, Astra memulai usaha sebagai perusahaan dagang

1969, Astra menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia

1970,

  • Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di Indonesia
  • Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal mesin perkantoran Xerox di Indonesia

1971,

  • Mendirikan PT Federal Motor, agen tunggal sepeda motor Honda
  • Mendirikan PT Toyota Astra Motor (TAM), agen tunggal Toyota
  • Peluncuran produk sepeda motor Honda 90 Z (90cc)

1972, Mendirikan PT United Tractors (UT) yang mengelola bidang usaha alat berat

1973,

  • Ditunjuk sebagai distributor tunggal untuk Daihatsu
  • Mengatur PT Multi Agro Corporation untuk mengambil alih divisi agribisnis Astra

1978, Mendirikan PT Daihatsu Indonesia

1980, Astra mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membantu perusahaan kecil dan menengah

1981, TAM meluncurkan mobil Kijang sebagai mobil keluarga

1982, Astra mendirikan PT Raharja Sedaya, sebuah perusahaan kredit konsumen

1983, Mendirikan PT Astra Agro Niaga, cikal bakal PT Astra Agro Lestari

1988, Menerbitkan obligasi berjangka waktu 5 tahun senilai Rp 60 miliar dan tercatat di Bursa Efek Surabaya

1989, Mendirikan Astra Executive Training Centre (AETC) yang kemudian menjadi Astra Management Development Institute (AMDI) di tahun 1993

1990,

  • Menerbitkan 30 juta lembar saham dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya
  • Mendirikan Koperasi Astra International untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan

1991,

  • Mendirikan PT Astra Dian Lestari yang mengelola bidang usaha komponen
  • PT Pantja Motor meluncurkan Isuzu Panther
  • Mendirikan Astra Mitra Ventura yang menyediakan fasilitas pinjaman modal bagi UKM

1995,

  • Mendirikan Politeknik Manufaktur Astra yang menyediakan pendidikan formal tingkat diploma di bidang manufaktur

1999,

  • Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap pertama
  • Astra Daihatsu Motor meluncurkan Daihatsu Taruna

2000,

  • Merestrukturisasi bisnis sepeda motor
  • Merestrukturisasi bisnis BMW

2001, Menerbitkan Panduan dalam Etika Bisnis dan Etika Kerja

2002,

  • Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap kedua
  • Merestrukturisasi bisnis Daihatsu
  • Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas sebanyak 1,4 miliar lembar saham
  • Mendivestasi perusahaan infrastruktur telekomunikasi Astra, PT Pramindo Ikat Nusantara
  • Mendivestasi bisnis perkayuan Astra yang dikelola oleh PT Sumalindo Lestari Jaya

2003,

  • Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas II
  • Merestrukturisasi bisnis Toyota
  • Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang merupakan produk bersama

2004,

  • Melakukan percepatan pembayaran restrukturisasi hutang Astra
  • Mengambilalih 31,5% kepemilikan di PT Bank Permata Tbk

2005, Memasuki bisnis jalan tol dengan mengakuisisi 34 % saham PT Marga Mandala Sakti

2006,

  • Mendirikan Toyota Astra Financial Services yang menawarkan fasilitas pembiayaan mobil Toyota
  • Astra Honda Motor meluncurkan Vario, produk skuter otomatis
  • Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Rush dan Daihatsu Terios

2008,

  • PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memulai ekspor kendaraan komersil jenis Gran Max ke Jepang dalam bentuk CBU
  • PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Isuzu Motors Limited melakukan reorganisasi atas PT Pantja Motor menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia
  • Astra canangkan program ’Go Green With Astra: Satu Karyawan Satu Pohon’ untuk menanam 116.867 pohon sepanjang tahun
  • Museum dan Perpustakaan Astra dibuka secara resmi

2009,

  • Astra Group luncurkan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia yang menjadi payung program seluruh kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa.
  • PT Astra Honda Motor memproduksi sepeda motor yang ke-25 juta.
  • PT Toyofuji Serasi Indonesia — anak perusahaan PT Serasi Autoraya — luncurkan kapal yang ketiga, MV SERASI III.
  • PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, operasikan PT Patria Maritime Lines.

2010,

  • Toyota perkenalkan 5 varian baru Toyota Dyna
  • Penerbitan obligasi PT Astra Sedaya Finance XI
  • Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Astra International Tbk
  • PT United Tractors Tbk luncurkan ekskavator dengan teknologi KOMTRAX
  • PT Astra Agro Lestari Tbk bangun pabrik baru di Kalimantan Timur
  • Penerbitan obligasi PT Federal International Finance X
  • PT Isuzu Astra Motor Indonesia luncurkan Isuzu Bison
  • Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) secara resmi merubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Astra – Michael D.Ruslim
  • PT Astra Honda Motor perkenalkan Skutik Retro Modern Honda Scoopy
  • PT Astra Graphia Tbk luncurkan mesin cetak multifungsi yang ramah lingkungan Fuji Xerox Color
  • UT selesaikan akuisisi atas PT Agung Bara Prima
  • PT Astra Honda Motor (AHM) umumkan `One Heart` sebagai slogan barunya
  • Satu Indonesia Jelajahi Dunia Astra pecahkan rekor MURI
  • Astra Daihatsu Motor capai produksi dua juta unit mobil
  • Kepemilikan Astra di Astra Sedaya Finance (ASF) meningkat menjadi 100%
  • Peresmian kapal MV Serasi V milik TFSI
  • PermataBank selesaikan akuisisinya yang pertama di Indonesia
  • Astra tingkatkan kepemilikan saham di PALYJA menjadi 49%

2011,

  • AHM Catat Produksi Motor ke — 30 Juta
  • Astra Daihatsu Motor membangun pabrik baru di Kerawang
  • PT Pamapersada Nusantara Akuisisi Tambang Asmin Bara
  • Astra Otoparts membentuk usaha patungan baru dengan Visteon
  • PT United Tractors Tbk menyelesaikan Right Issue IV
  • PT United Tractors Tbk melalui anak perusahaannya, PT Tuah Turangga Agung Akuisisi Tambang Duta Sejahtera
  • Peresmian PT Universal Tekno Reksajaya (UTR)
  • PT Astra Graphia Tbk mendirikan usaha patungan dengan Monitise Asia Pacific
  • PT Astratel Nusantara Akuisisi 95% Saham Perusahaan Jalan Tol Kertosono — Mojokerto
  • Peluncuran Toyota All New Avanza dan Daihatsu All New Xenia
  • Peresmian Astra Biz-Center di Bandung

2012,

  • HUT ke-55 Astra “Berbagi Bersama Bangsa“
  • Astra Otoparts dan Pirelli sepakat membangun usaha patungan 60% Pirelli, 40%Astra Otoparts) untuk memproduksi ban sepeda motor konvensional di Indonesia.
  • Program Astra Tanam 550.000 Pohon di Bogor Eco Edu Forest
  • Winteq Ekspor Perdana Mesin ke Thailand
  • PT United Tractors Tbk melalui anak perusahaannya PT TuahTurangga Agung (TTA) Akuisisi Tambang Piranti Jaya Utama
  • Astra Toyota AGYA & Astra Daihatsu AYLA, Kebanggaan untuk Indonesia, Kolaborasi Astra International — Toyota — Daihatsu
  • Peluncuran Buku Inspirasi Astra Untuk Bangsa
  • Astra Serahkan SDN Percontohan Meulaboh
  • Permatabank menyelesaikan proses Rights Issue V

2013,

  • Astra, melalui Astratel, mengakuisisi PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, perusahaan yang mengelola Pelabuhan Eastkal di Penajam, Kalimantan Timur.
  • AOP akuisisi 51% saham PT Pakoakuina, produsen wheel rim (velg) untuk kendaraan roda dua dan empat.
  • AHM memulai pembangunan pabrik keempat di Karawang, Jawa Barat, berkapasitas 1,1 juta unit per tahun
  • AAL, anak perusahaan Astra, mendirikan usaha patungan Astra-KLK Pte Ltd, bekerja sama dengan KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd untuk memasarkan produk olahan minyak kelapa sawit dan menyediakan jasa logistik
  • PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mulai membangun pabrik baru berkapasitas 52.000 kendaraan komersial di Karawang
  • Peletakan batu pertama Menara Astra, proyek properti gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta dengan grade A dan standar Green Building peringkat platinum

2014,

  • Astra International dan Aviva menandatangani kesepakatan pembentukan joint venture bernama Astra Aviva Life, dengan kepemilikan 50:50
  • PermataBank menyelesaikan proses Right Issue VI dan memperoleh dana sebesar Rp 1,5 triliun
  • PermataBank melakukan penyertaan 25% saham ASF dengan nominal Rp 2,2 triliun
  • Astragraphia melepas 51% kepemilikan sahamnya di AGIT Monitise Indonesia
  • PAMA dan TTA melaksanakan restrukturisasi saham atas konsesi batu bara yang tergabung dalam grup UT
  • UT menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dengan dua pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), yaitu PT Loka Cipta Kreasi dan PT Cross Plus Indonesia, sehubungan dengan rencana pengambilalihan ACST, melalui anak perusahaan UT, PT Karya Supra Perkasa

2015,

  • UT mengakuisisi 50,1% saham PT Acset Indonusa Tbk, perusahaan konstruksi umum
  • AAL mengakuisisi 50% saham of PT Kreasijaya Adhikarya, perusahaan operator refinery di Dumai, Propinsi Riau, dengan
  • kapasitas produksi per hari mencapai 2.000 ton CPO, dengan harga pembelian sebesar Rp 75 miliar
  • UT melalui Pamapersada Nusantara mengakuisisi 75,5% saham PT Sumbawa Jutaraya, perusahaan tambang emas, dengan harga pembelian 7,4 juta Dolar AS
  • AHM mulai mengekspor produk All New Honda BeAt eSP ke Filipina untuk memperluas pasar
  • Astra Intenational dan Toyota Motor Corporation (TMC) sepakat untuk melaksanakan sejumlah inisiatif bersama, untuk memperkuat peranan Toyota Astra Motor (TAM). Inisiatif ini bertujuan untuk membangun jaringan penjualan dan distribusi yang lebih efisien dan kompetitif, termasuk perluasan peranan distribusi TAM, peningkatan operasional logistik melalui manajemen yang terpusat, serta manajemen persediaan dan inventori yang lebih baik
  • AOP menambah jumlah sahamnya sebanyak 25,8% di SKF Indonesia, produsen bearing, sehingga jumlah total kepemilikannya menjadi 40%, dengan harga pembelian sebesar Rp 67 miliar
  • Astratel mengumumkan pengakuisisian 25% saham jalan tol Semarang – Solo sepanjang 73 km
  • AOP dan Bridgestone Indonesia menandatangani perjanjian untuk mendirikan ventura bersama, Bridgestone Astra Indonesia, dengan struktur kepemilikan: Bridgestone 51% dan AOP 49%
  • AHM mengoperasikan pabrik kelimanya di Karawang dengan tambahan kapasitas produksi sejumlah 500 ribu unit per tahun untuk tipe sport, sehingga meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 5,8 juta unit per tahun
  • United Tractors, bersama dengan Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co, Inc, telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Listrik (PPA) dengan PLN untuk pengembangan ekspansi proyek Tanjung Jati B Pembangkit Tenaga Listrik Batu Bara unit 5 & 6, masing-masing memiliki kapasitas 1.000 MW, yang berlokasi di Jawa Tengah

2016,

  • Astratel memiliki 25% saham PT Trans Bumi Serbaraja, BUJT ruas tol Serpong-Balaraja sepanjang 30km.
  • Bank Permata menyelesaikan Rights Issue dan memperoleh dana sebesar Rp5,5 triliun untuk memperkuat permodalannya.
  • Acset, perusahaan kontraktor umum, anak perusahaan UT dengan kepemilikian 50,1%, menyelesaikan Rights Issue dan memperoleh Rp600 miliar untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya.
  • AAL menyelesaikan Rights Issue sebesar Rp4,0 triliun untuk memperkuat posisi keuangannya.
  • Toyota dan Daihatsu secara resmi meluncurkan mobil murah ramah lingkungan berkapasitas 7 orang, yaitu Astra Toyota Calya dan Astra Daihatsu Sigra, yang diterima oleh pasar dengan baik.
  • AOP melalui Bridgestone Astra Indonesia meresmikan pabrik yang memproduksi komponen anti vibrasi untuk kendaraan roda empat di Purwakarta, Jawa Barat. Pada bulan yang sama, AOP melalui Aisin Indonesia Automotive dan Advics Manufacturing Indonesia meresmikan pabrik yang memproduksi body part, engine part dan brake system di Kawasan KIIC Karawang, Jawa Barat.
  • PT Astra Land Indonesia, yang dimiliki masing-masing 50% oleh PT Menara Astra dan Hongkong Land, menandatangani sebuah perjanjian dengan anak usaha PT Modernland Realty Tbk untuk mengembangkan area seluas 67 hektar di Cakung, Jakarta Timur.
  • UT, melalui TTA, menandatangani Conditional Shares and Purchases Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi perusahaan batu bara (coking coal) di Kalimantan Tengah, PT Suprabari Mapanindo Mineral.
  • AAL dan anak perusahaannya, PT Eka Dura Perdana, mengakuisisi PT Mitra Barito Gemilang, perusahaan perkebunan karet, sehingga luas perkebunan AAL menjadi 1.700 hektar

2017,

  • Astra Tol melaksanakan akuisisi awal 40% saham PT Baskhara Utama Sedaya (BUS), yang memegang kepemilikan 45% operator jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km yang telah beroperasi penuh, serta menyetujui secara bersyarat akuisisi terhadap sisa 60% saham
  • Topping off Menara Astra & Anandamaya Residences, proyek properti perdana milik Astra
  • UT melalui PT Unitra Persada Energia memiliki 25% PT Bhumi Jati Power, yang akan mengembangkan dan mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga uap sebesar 1.000 MW di Jawa Tengah. Proyek build, operate and transfer ini dijadwalkan untuk mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2021. PT Bhumi Jati Power adalah perusahaan patungan dengan Sumitomo Power Corporation dan Kansai Electric Power
  • Bank Permata melaksanakan rights issue senilai Rp3,0 triliun, dimana seluruh pemegang saham telah mengambil hak mereka secara penuh
  • AOP melakukan ekspor Wintor, alat angkut multiguna khusus untuk perkebunan buatan lokal dengan kandungan komponen lokal 86%, untuk pertama kalinya dengan tujuan Malaysia
  • PT Astra Land Indonesia (ALI) menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kepemilikan saham PT Astra Modern Land dari 50% menjadi 67%
  • UT melalui anak perusahaannya TTA melakukan akuisisi 80,1% saham PT Suprabari Mapanindo Mineral, perusahaan coking coal di Kalimantan Teng
  • Astra Tol mengakuisisi sisa 60% saham BUS yang memiliki 45% saham jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km yang telah beroperasi penuh. Total biaya akuisisi kepemilikan Grup Astra atas Baskhara Utama Sedaya sekitar Rp5 triliun
  • Astra Tol meningkatkan kepemilikan saham di jalan tol Semarang – Solo dari 25% menjadi 40%
  • Astra Tol melepas 49% sahamnya di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), usaha konsesi air dengan sisa waktu operasional selama 5 tahun

2018,

  • Perseroan melakukan investasi sebesar US$150 juta atau setara dengan Rp2 triliun untuk mengambil bagian saham baru yang diterbitkan oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK), sebuah perusahaan teknologi multi-platform Indonesia, yang menyediakan layanan yang bervariasi dari transportasi dan pembayaran hingga jasa untuk pengantaran makanan, logistik dan layanan on demand lainnya.
  • ALI membeli lahan seluas 3 hektar di kawasan bisnis Jakarta untuk pembangunan residensial dan komersial.
  • Bank Permata mendivestasikan 25% kepemilikan sahamnya di ASF kepada Perusahaan, untuk memperkuat posisi permodalannya dan memaksimalkan alokasi modal untuk pinjaman.
  • Anak perusahaan UT, Danusa Tambang Nusantara (DTN), menandatangani Conditional Share Sale Agreement untuk mengakuisisi 95% saham PT Agincourt Resources, perusahaan yang mengoperasikan tambang emas di Sumatera Utara.
  • Astra (melalui anak usahanya, SMI) dan WeLab, perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok termasuk Hong Kong yang bergerak pada bidang pembiayaan konsumen, mengumumkan pembentukan perusahaan pada bidang fintech, PT Astra WeLab Digital Arta, yang 60% dimiliki oleh SMI yang menawarkan produk pinjaman mobile kepada konsumen ritel dan menyediakan solusi finansial berbasis teknologi kepada konsumen korporasi.
  • UT, melalui DTN, telah menyelesaikan akuisisi 95% kepemilikan saham PT Agincourt Resources. Setelah penyelesaian transaksi ini, 95% saham PT Agincourt Resources dimiliki oleh DTN, dan 5% sisanya dimiliki oleh PT Artha Nugraha Agung, perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah lokal.

KPI (Key Performance Indicator)

**Berlangganan**

Katalis

**Berlangganan**

Perbandingan dengan Kompetitor

**Berlangganan**


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Visi:
Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasannasabah

Mission:
Rencana korporasi BRI 2018-2022 mencapai aspirasi sebagai penyedia jasa keuangan terintegrasi.

CEO – Sunarso mengatakan, We keep our focus on growing micro business to achieve 40% micro loan composition in 2022

Detail Bank:

BRI Memiliki 22.684 ATM
EDC sebanyak 284.425
CRM sebanyak 2.609
BRILink agen sebanyak 201.550
Jaringan E-channel yang tersebar di seluruh indonesia

Produk dan Jasa dari Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi

PT Bank BRISyariah (BRI Syariah) : Sharia Commercial Bank

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) : Bank Umum Nasional

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) : Pembiayaan

PT Asuransi BRI Life (BRI Life): Perusahaan Asuransi Jiwa

PT Danareksa Sekuritas (DS): Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek

PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures): Modal Ventura

BRI Remittance Co. Ltd. (BRI Remittance): Perusahaan Pengirim Uang

PT Bahana Artha Ventura (BAV) : Modal Usaha

PT Danareksa Investment Management (DIM) : Manajer Investasi Efek

PT Sarana Bersama Pengembangan Indonesia (SBPI) : Investasi

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) : Lembaga Setelmen Efek

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) : Peringkat Efek

Sejarah

1895 berdiri di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wiriatmaja, pada mulanya mengelola uang masjid, untuk dibagikan kepada public menggunakan skema sederhana

1968, 18 Desember secara resmi berdiri sebagai Bank Rakyat Indonesia berdasarkan UUD, yang sebelumnya diberi berbagai nama seperti “Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren”, Hulp en Spaarbank der Indlandsche Bestuurs Ambtenareen, Syomin Ginko

1992 BRI berubah status hokum menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek.

2003, 10 November saham bernama BBRI

2007 BRI melakukan langkah strategis dan mengakuisisi Bank Artha Services (BJA), kemudian diubah menjadi PT Bank BRISyariah.

2009, 1 January Syariah BRI berdiri sendiri menjadi PT Bank BRISyariah (BRI Syariah)

2011, 3 Maret mengakuisisi saham PT Agro Niaga Tbk dari Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun)

2013 BRI menyediakan layanan mandiri perbankan melalui BRI Hybrid Banking

2015 BRI meluncurkan Teras BRI Kapal, Bank apung pertama di dunia

2016 BRI meluncurkan BRIsat, menjadikan Bank pertama di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelitnya.

2015 BRI membuka kantor cabang di Singapura, BRI New York Agency, BRI Cayman Island Branch, Hong Kong Representative Office, dan BRI Remittance Hong Kong.

2015 Mengakuisisi PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life)

2016 Menambahkan modal di PT BTMU-BRI Finance dari 45% ke 99% kemudian berganti nama menjadi PT BRI Multifinance Indonesia

2017, BRI membuka kantor cabang di Timor Leste, meluncurkan Teras BRI Kapal Bahtera Seva II dan Teras BRI Kapal Bahtera Seva III untuk mencapai area Labuan Bajo dan Halmahera

2017, BRI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang menyetujui pemecahan saham dari Rp.250 per saham menjadi Rp.50 per saham (rasio: 1:5)

2017, BRI meluncurkan BRISPOT, merupakan aplikasi hp dengan konsep 1 stop service untuk petugas Mantri-Loan untuk proses pinjaman end-toend.

2018, BRI meluncurkan AI bernama Sabrina bertugas memberikan informasi mengenai Bank BRI

2018, Desember, BRI melakukan investasi modal baru ke 3 perusahaan, PT BRI Ventura Investama 9BRI Venture) dan PT Danareksa Sekuritas (DS) serta PT Danareksa Investment Management (REDUP)

2019, BRI meluncurkan BRI Agro atau PINANG merupakan Digital Banking Lending Pertama di Indonesia, dan meluncurkan CERIA.

KPI (Key Performance Indicator)
**Berlangganan**

Katalis
**Berlangganan**

Perbandingan dengan Kompetitor
**Berlangganan**

“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

Apa itu Nonfarm Payrolls?

Secara kolektif, penggajian nonpertanian adalah penjumlahan dari pekerjaan penggajian yang tersedia dalam klasifikasi penggajian nonpertanian sebagaimana ditunjuk oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. Statistik penggajian non-pertanian bulanan adalah ukuran penggajian baru yang ditambahkan oleh entitas swasta dan pemerintah di AS. Statistik bulanan dilacak oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dan dilaporkan kepada publik secara bulanan melalui “Situasi Ketenagakerjaan” yang diikuti dengan cermat. ”Laporan.

Seperti namanya, daftar gaji nonpertanian mengecualikan perekrutan pekerja pertanian dalam industri pertanian. Selain pekerja pertanian, data penggajian nonpertanian juga mengecualikan beberapa pegawai pemerintah, rumah tangga pribadi, pemilik, dan karyawan nirlaba.

NONFARM PAYROLLS AS SANGAT DIPENGARUHI OLEH PANDEMI GLOBAL COVID-19 PADA BULAN MARET 2020.

Setelah lebih dari satu dekade pertumbuhan, nonfarm payrolls AS menyusut 701.000, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%.

Memahami Nonfarm Payrolls

Sementara nama penggajian nonpertanian mengisyaratkan bahwa pekerja pertanian dikeluarkan dari statistik, ada juga beberapa kategori lain yang tidak dihitung BLS ketika mengumpulkan data penggajian nonpertanian. Menurut BLS , klasifikasi pekerja non pertanian mencakup sekitar 80% sektor bisnis AS yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara ini merupakan mayoritas yang signifikan dari angkatan kerja AS, ada beberapa pengecualian selain pekerja pertanian:

Pegawai pemerintah : Pemerintah adalah bagian penting dari laporan “Situasi Ketenagakerjaan” setiap bulan tetapi ada beberapa pegawai pemerintah yang dikecualikan. Kategori pemerintah mencakup karyawan sipil. Namun, itu tidak termasuk karyawan militer dan karyawan pejabat yang ditunjuk pemerintah. Karyawan dari Badan Intelijen Pusat, Badan Keamanan Nasional, Badan Pencitraan dan Pemetaan Nasional, dan Badan Intelijen Pertahanan juga dikecualikan.
Rumah tangga pribadi: Pegawai rumah tangga swasta dan pekerja rumah tangga domestik dikecualikan.
Pemilik: Pemilik umumnya pemilik usaha tidak berbadan hukum. Ini termasuk pemilik tunggal dan pekerja wiraswasta yang beroperasi tanpa pendirian bisnis terdaftar (misalnya, tanpa perseroan terbatas atau status kemitraan).
Karyawan nirlaba: Meskipun cukup besar, sektor nirlaba tidak termasuk untuk dipertimbangkan dalam statistik penggajian nonpertanian.

Titik Penting

Penggajian non-pertanian adalah penjumlahan dari pekerjaan penggajian yang tersedia dalam klasifikasi penggajian nonpertanian sebagaimana ditunjuk oleh Biro Statistik Tenaga Kerja.
Klasifikasi gaji nonpertanian tidak termasuk pekerja pertanian dan juga beberapa pegawai pemerintah, rumah tangga pribadi, pemilik, dan karyawan nirlaba.
Laporan bulanan “Statistik Ketenagakerjaan” Biro Statistik Tenaga Kerja mencakup bacaan tentang penambahan gaji nonpertanian dan tingkat pengangguran yang menjadikannya laporan utama yang menarik.

Survei Pembentukan

Bagian Survei Pendirian dari laporan “Situasi Ketenagakerjaan” memberikan perincian tentang penambahan gaji nonpertanian dan dapat dikenal sebagai laporan upah nonpertanian. Komponen utama dari Survei Pendirian meliputi:

Jumlah total gaji nonpertanian yang ditambahkan oleh entitas untuk bulan pelaporan
Penambahan gaji non-pertanian berdasarkan kategori industri: barang tahan lama, barang tidak tahan lama, layanan, dan pemerintah

Analisa ekonomi

Jumlah penggajian nonpertanian dan tingkat pengangguran adalah berita utama dari laporan “Situasi Ketenagakerjaan” tetapi para ekonom dan pembuat kebijakan menggunakan semua data yang tersedia untuk menilai keadaan ekonomi saat ini dan memperkirakan tingkat kegiatan ekonomi di masa depan. Laporan tersebut berisi banyak wawasan berharga tentang angkatan kerja yang memiliki dampak langsung terhadap ekonomi serta pasar saham, nilai dolar AS, nilai Treasury, dan harga emas .