JSMR, PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Visi

Menjadi Perusahaan Jalan Tol Nasional Terbesar, Terpercaya, dan Be​​rkesinambungan

Misi

  1. Memimpin Usaha Jalan Tol di Seluruh Rantai Nilai Secara Profesional
  2. Mengoptimalkan Pengembangan Kawasan untuk Kemajuan Masyarakat
  3. Meningkatkan Nilai Bagi Pemegang Saham
  4. ​Meningkatkan Kepuasan Pelanggan Melalui Pelayanan Prima
  5. Mendorong Pengembangan dan Peningkatan Kinerja Karyawan dalam Lingkungan yang Harmoni

Produk dan Jasa Perusahaan

  • Toll Operator
  • Toll Maintenance

Sejarah

PT Jasa Marga (persero) Tbk. Indonesia, didirikan pada tanggal 1 Maret 1978 untuk menyediakan jaringan jalan raya yang andal di dalam negeri.

Jasa Marga merupakan satu-satunya penyelenggara jalan tol di tanah air yang dibiayai oleh Pemerintah melalui pinjaman luar negeri dan penerbitan obligasi. Jasa Marga sebagai penyelenggara dan pengembang jalan tol membutuhkan izin konsesi dari Pemerintah.

Periode I
1978 – 1987

Operator Tunggal Jalan Tol

1978 – Jasa Marga didirikan sebagai operator tunggal jalan tol dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengadaan jaringan

1978 – Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) mulai beroperasi

1979 – Jembatan Tol Rajamandala mulai beroperasi dan dapat dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 2003

1981 – Jalan Tol Tallo Lama (Ujung Pandang) mulai beroperasi dan diserahkan kepada PT Bosowa Marga Nusantara untuk dikelola pada tahun 1995

1981 – Jembatan Tol Wonokromo (Surabaya) mulai beroperasi dan dapat dikembalikan kepada pemerintah pada 1986

1982 – Brigde Tol Kapuas mulai dan dapat dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 1991

1982 – Brigde Tol Mojokerto mulai beroperasi, tetapi dikembalikan kepada pemerintah pada tahun 2003

1984 – Jalan Tol Jakarta-Tangerang mulai beroperasi

1983 – Jalan Tol Semarang Seksi A (Srondol – Jatingaleh) mulai beroperasi

1985 – Ir. Jalan Tol Sedyatmo (Bandara) mulai beroperasi

1986 – Jalan Tol Belawan Medan Tanjung Morawa mulai beroperasi

1986 – Jalan Tol Surabaya-Gempol-Mojokerto mulai beroperasi

Periode II
1987 – 2004

Otoritas dan Penyelenggara Jalan Tol

Pembinaan disediakan semua pihak swasta kesempatan untuk mengelola jalan tol melalui sistem membangun, mengoperasikan, dan transfer (BOT)

1987 – Jalan Tol Dalam Kota Cawang-Semanggi mulai beroperasi

1987 – Jalan Tol Semarang Seksi B (Jatingaleh-krapyak) mulai beroperasi

1988 – Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai beroperasi

1989 – Jalan Tol Dalam Kota Semanggi-Grogol mulai beroperasi

1991 – Jalan Tol Padalarang-Cileunyi mulai beroperasi

1995 – Jalan Lingkar Luar Jakarta Pondok Pinang-Lenteng Agung mulai beroperasi (oleh PT Marga Nurindo Bhakti)

1996 – Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Pondok Pinang-Lenteng Agung mulai beroperasi (oleh PT Marga Nurindo Bhakti)

1998 – Jalan Tol Palimanan Kanci mulai beroperasi

1998 – Jalan Tol Semarang Seksi C (Jangli-Kaligawe) mulai beroperasi

1999 – Jalan Tol Serpong-Ulujami (Jembatan Serpong-Bintaro) mulai beroperasi

2003 – Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta dioperasikan oleh PT Jalan tol Lingkar luar Jakarta (anak perusahaan Jasa Marga)

2003 – Jalan Tol Cipularang Tahap I (bypass Padalarang dan Dawuan-Sadang) mulai beroperasi

Periode III
2004 – sekarang

Pengembang dan Operator Jalan Tol

Fungsi Kewenangan dikembalikan kepada Pemerintah (Departemen Pekerjaan Umum), Jasa Marga menjadi operator murni

2005 – Jalan Tol Cipularang Tahap II (Sadang-Padalarang Utara) mulai beroperasi, Jakarta-Bandung terkoneksi dengan jalan tol

2006 – Jalan Lingkar Luar Jakarta (ruas Taman Mini-Jati Asih) mulai beroperasi

2006 – Jalan Tol Surabaya-Gempol, Jalur Porong-Gempol ditutup karena insiden lumpur

2007 – Jalan Lingkar Luar Jakarta Rorotan-Ulujami (4,5km) mulai beroperasi

2007 – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi perusahaan publik melalui IPO (Penawaran Umum Perdana) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia

2008 – Jalan Tol Bogor Ring Road dioperasikan oleh PT Marga Sarana Jawa Barat, anak perusahaan Jasa Marga

2009 – Jembatan Tol Suramadu dioperasikan oleh Jasa Marga cabang Surabaya-Gempol

2011 – Jalan Tol IA Ruas Surabaya-Mojokerto dioperasikan oleh PT Marga Nujyasumo Agung, anak perusahaan Jasa Marga

2011 – Jalan Tol Semarang-Solo Tahap I Jalur Semarang-Ungaran dioperasikan oleh PT Trans Marga Jateng, anak perusahaan Jasa Marga

2012 – Penerapan e-Toll Pass

2013 – Inisiasi Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (Jalan Tol Bali Mandara) dan JORR W2 Utara (Tol Kebon Jeruk-Ciledug.

2013 – Pembentukan PT Jasamarga Property

2014 – Diresmikannya jalan tol Semarang-Solo (seksi 2 ruas Ungaran-Bawen), ogor Jalan Lingkar Luar (ruas 2A Kedung Halang-Badak Kedung) dan Tol JORR W2 Utara (ruas Ciledug-Ulujami).

2014 – Memenangkan tender konsesi jalan Tol Kualanamu-Medan-Tebing Tinggi.

2014 – Penandatanganan pengoperasian Jembatan Tol Surabaya-Madura.

2015 – Akuisisi Jalan Tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Cinere-Serpong.

2015 – Beroperasinya jalan Tol Gempol-Pandaan.

2015 – Pembentukan PT Jasa Layanan Operasi.

2016 – Pengoperasian Surabaya-Mojokerto seksi 4: Tol Krian-Mojokerto.

2016 – Pemenang tender Jalan Tol Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan PandaanMalang.

2016 – Integrasi Jalan Tol Jakarta-Brebes.

KPI (Key Performance Indicator)

Berlangganan

Katalis

Berlangganan

Perbandingan dengan Kompetitor

Berlangganan


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

ASII PT Astra International (Sektor Manufaktur)

Visi

  1. Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi
  2. Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab social serta ramah lingkungan

Misi

Sejahtera bersama bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder kami

Produk dan Jasa

  • Otomotif
    • Mobil
    • Sepeda Motor
    • Komponen
  • Jasa Keuangan
    • Pembiayaan Mobil
    • Pembiayaan Motor
    • Pembiayaan Alat Berat
    • Asuransi
  • Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi
    • Mesin Konstruksi
    • Kontraktor Penambangan
    • Pertambangan
    • Konstruksi
  • Agribisnis
  • Infrastruktur & Logistik
  • Teknologi Informasi

Sejarah

1957, Astra memulai usaha sebagai perusahaan dagang

1969, Astra menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia

1970,

  • Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal sepeda motor Honda di Indonesia
  • Astra ditunjuk sebagai distributor tunggal mesin perkantoran Xerox di Indonesia

1971,

  • Mendirikan PT Federal Motor, agen tunggal sepeda motor Honda
  • Mendirikan PT Toyota Astra Motor (TAM), agen tunggal Toyota
  • Peluncuran produk sepeda motor Honda 90 Z (90cc)

1972, Mendirikan PT United Tractors (UT) yang mengelola bidang usaha alat berat

1973,

  • Ditunjuk sebagai distributor tunggal untuk Daihatsu
  • Mengatur PT Multi Agro Corporation untuk mengambil alih divisi agribisnis Astra

1978, Mendirikan PT Daihatsu Indonesia

1980, Astra mendirikan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk membantu perusahaan kecil dan menengah

1981, TAM meluncurkan mobil Kijang sebagai mobil keluarga

1982, Astra mendirikan PT Raharja Sedaya, sebuah perusahaan kredit konsumen

1983, Mendirikan PT Astra Agro Niaga, cikal bakal PT Astra Agro Lestari

1988, Menerbitkan obligasi berjangka waktu 5 tahun senilai Rp 60 miliar dan tercatat di Bursa Efek Surabaya

1989, Mendirikan Astra Executive Training Centre (AETC) yang kemudian menjadi Astra Management Development Institute (AMDI) di tahun 1993

1990,

  • Menerbitkan 30 juta lembar saham dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya
  • Mendirikan Koperasi Astra International untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan

1991,

  • Mendirikan PT Astra Dian Lestari yang mengelola bidang usaha komponen
  • PT Pantja Motor meluncurkan Isuzu Panther
  • Mendirikan Astra Mitra Ventura yang menyediakan fasilitas pinjaman modal bagi UKM

1995,

  • Mendirikan Politeknik Manufaktur Astra yang menyediakan pendidikan formal tingkat diploma di bidang manufaktur

1999,

  • Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap pertama
  • Astra Daihatsu Motor meluncurkan Daihatsu Taruna

2000,

  • Merestrukturisasi bisnis sepeda motor
  • Merestrukturisasi bisnis BMW

2001, Menerbitkan Panduan dalam Etika Bisnis dan Etika Kerja

2002,

  • Astra menandatangani kesepakatan restrukturisasi hutang tahap kedua
  • Merestrukturisasi bisnis Daihatsu
  • Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas sebanyak 1,4 miliar lembar saham
  • Mendivestasi perusahaan infrastruktur telekomunikasi Astra, PT Pramindo Ikat Nusantara
  • Mendivestasi bisnis perkayuan Astra yang dikelola oleh PT Sumalindo Lestari Jaya

2003,

  • Menyelenggarakan Penawaran Saham Terbatas II
  • Merestrukturisasi bisnis Toyota
  • Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang merupakan produk bersama

2004,

  • Melakukan percepatan pembayaran restrukturisasi hutang Astra
  • Mengambilalih 31,5% kepemilikan di PT Bank Permata Tbk

2005, Memasuki bisnis jalan tol dengan mengakuisisi 34 % saham PT Marga Mandala Sakti

2006,

  • Mendirikan Toyota Astra Financial Services yang menawarkan fasilitas pembiayaan mobil Toyota
  • Astra Honda Motor meluncurkan Vario, produk skuter otomatis
  • Toyota dan Daihatsu meluncurkan Toyota Rush dan Daihatsu Terios

2008,

  • PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memulai ekspor kendaraan komersil jenis Gran Max ke Jepang dalam bentuk CBU
  • PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dan Isuzu Motors Limited melakukan reorganisasi atas PT Pantja Motor menjadi PT Isuzu Astra Motor Indonesia
  • Astra canangkan program ’Go Green With Astra: Satu Karyawan Satu Pohon’ untuk menanam 116.867 pohon sepanjang tahun
  • Museum dan Perpustakaan Astra dibuka secara resmi

2009,

  • Astra Group luncurkan SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia yang menjadi payung program seluruh kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa.
  • PT Astra Honda Motor memproduksi sepeda motor yang ke-25 juta.
  • PT Toyofuji Serasi Indonesia — anak perusahaan PT Serasi Autoraya — luncurkan kapal yang ketiga, MV SERASI III.
  • PT United Tractors Pandu Engineering, anak usaha PT United Tractors Tbk, operasikan PT Patria Maritime Lines.

2010,

  • Toyota perkenalkan 5 varian baru Toyota Dyna
  • Penerbitan obligasi PT Astra Sedaya Finance XI
  • Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Astra International Tbk
  • PT United Tractors Tbk luncurkan ekskavator dengan teknologi KOMTRAX
  • PT Astra Agro Lestari Tbk bangun pabrik baru di Kalimantan Timur
  • Penerbitan obligasi PT Federal International Finance X
  • PT Isuzu Astra Motor Indonesia luncurkan Isuzu Bison
  • Yayasan Astra Bina Pendidikan (YABP) secara resmi merubah namanya menjadi Yayasan Pendidikan Astra – Michael D.Ruslim
  • PT Astra Honda Motor perkenalkan Skutik Retro Modern Honda Scoopy
  • PT Astra Graphia Tbk luncurkan mesin cetak multifungsi yang ramah lingkungan Fuji Xerox Color
  • UT selesaikan akuisisi atas PT Agung Bara Prima
  • PT Astra Honda Motor (AHM) umumkan `One Heart` sebagai slogan barunya
  • Satu Indonesia Jelajahi Dunia Astra pecahkan rekor MURI
  • Astra Daihatsu Motor capai produksi dua juta unit mobil
  • Kepemilikan Astra di Astra Sedaya Finance (ASF) meningkat menjadi 100%
  • Peresmian kapal MV Serasi V milik TFSI
  • PermataBank selesaikan akuisisinya yang pertama di Indonesia
  • Astra tingkatkan kepemilikan saham di PALYJA menjadi 49%

2011,

  • AHM Catat Produksi Motor ke — 30 Juta
  • Astra Daihatsu Motor membangun pabrik baru di Kerawang
  • PT Pamapersada Nusantara Akuisisi Tambang Asmin Bara
  • Astra Otoparts membentuk usaha patungan baru dengan Visteon
  • PT United Tractors Tbk menyelesaikan Right Issue IV
  • PT United Tractors Tbk melalui anak perusahaannya, PT Tuah Turangga Agung Akuisisi Tambang Duta Sejahtera
  • Peresmian PT Universal Tekno Reksajaya (UTR)
  • PT Astra Graphia Tbk mendirikan usaha patungan dengan Monitise Asia Pacific
  • PT Astratel Nusantara Akuisisi 95% Saham Perusahaan Jalan Tol Kertosono — Mojokerto
  • Peluncuran Toyota All New Avanza dan Daihatsu All New Xenia
  • Peresmian Astra Biz-Center di Bandung

2012,

  • HUT ke-55 Astra “Berbagi Bersama Bangsa“
  • Astra Otoparts dan Pirelli sepakat membangun usaha patungan 60% Pirelli, 40%Astra Otoparts) untuk memproduksi ban sepeda motor konvensional di Indonesia.
  • Program Astra Tanam 550.000 Pohon di Bogor Eco Edu Forest
  • Winteq Ekspor Perdana Mesin ke Thailand
  • PT United Tractors Tbk melalui anak perusahaannya PT TuahTurangga Agung (TTA) Akuisisi Tambang Piranti Jaya Utama
  • Astra Toyota AGYA & Astra Daihatsu AYLA, Kebanggaan untuk Indonesia, Kolaborasi Astra International — Toyota — Daihatsu
  • Peluncuran Buku Inspirasi Astra Untuk Bangsa
  • Astra Serahkan SDN Percontohan Meulaboh
  • Permatabank menyelesaikan proses Rights Issue V

2013,

  • Astra, melalui Astratel, mengakuisisi PT Pelabuhan Penajam Banua Taka, perusahaan yang mengelola Pelabuhan Eastkal di Penajam, Kalimantan Timur.
  • AOP akuisisi 51% saham PT Pakoakuina, produsen wheel rim (velg) untuk kendaraan roda dua dan empat.
  • AHM memulai pembangunan pabrik keempat di Karawang, Jawa Barat, berkapasitas 1,1 juta unit per tahun
  • AAL, anak perusahaan Astra, mendirikan usaha patungan Astra-KLK Pte Ltd, bekerja sama dengan KL-Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd untuk memasarkan produk olahan minyak kelapa sawit dan menyediakan jasa logistik
  • PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mulai membangun pabrik baru berkapasitas 52.000 kendaraan komersial di Karawang
  • Peletakan batu pertama Menara Astra, proyek properti gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta dengan grade A dan standar Green Building peringkat platinum

2014,

  • Astra International dan Aviva menandatangani kesepakatan pembentukan joint venture bernama Astra Aviva Life, dengan kepemilikan 50:50
  • PermataBank menyelesaikan proses Right Issue VI dan memperoleh dana sebesar Rp 1,5 triliun
  • PermataBank melakukan penyertaan 25% saham ASF dengan nominal Rp 2,2 triliun
  • Astragraphia melepas 51% kepemilikan sahamnya di AGIT Monitise Indonesia
  • PAMA dan TTA melaksanakan restrukturisasi saham atas konsesi batu bara yang tergabung dalam grup UT
  • UT menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dengan dua pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), yaitu PT Loka Cipta Kreasi dan PT Cross Plus Indonesia, sehubungan dengan rencana pengambilalihan ACST, melalui anak perusahaan UT, PT Karya Supra Perkasa

2015,

  • UT mengakuisisi 50,1% saham PT Acset Indonusa Tbk, perusahaan konstruksi umum
  • AAL mengakuisisi 50% saham of PT Kreasijaya Adhikarya, perusahaan operator refinery di Dumai, Propinsi Riau, dengan
  • kapasitas produksi per hari mencapai 2.000 ton CPO, dengan harga pembelian sebesar Rp 75 miliar
  • UT melalui Pamapersada Nusantara mengakuisisi 75,5% saham PT Sumbawa Jutaraya, perusahaan tambang emas, dengan harga pembelian 7,4 juta Dolar AS
  • AHM mulai mengekspor produk All New Honda BeAt eSP ke Filipina untuk memperluas pasar
  • Astra Intenational dan Toyota Motor Corporation (TMC) sepakat untuk melaksanakan sejumlah inisiatif bersama, untuk memperkuat peranan Toyota Astra Motor (TAM). Inisiatif ini bertujuan untuk membangun jaringan penjualan dan distribusi yang lebih efisien dan kompetitif, termasuk perluasan peranan distribusi TAM, peningkatan operasional logistik melalui manajemen yang terpusat, serta manajemen persediaan dan inventori yang lebih baik
  • AOP menambah jumlah sahamnya sebanyak 25,8% di SKF Indonesia, produsen bearing, sehingga jumlah total kepemilikannya menjadi 40%, dengan harga pembelian sebesar Rp 67 miliar
  • Astratel mengumumkan pengakuisisian 25% saham jalan tol Semarang – Solo sepanjang 73 km
  • AOP dan Bridgestone Indonesia menandatangani perjanjian untuk mendirikan ventura bersama, Bridgestone Astra Indonesia, dengan struktur kepemilikan: Bridgestone 51% dan AOP 49%
  • AHM mengoperasikan pabrik kelimanya di Karawang dengan tambahan kapasitas produksi sejumlah 500 ribu unit per tahun untuk tipe sport, sehingga meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi 5,8 juta unit per tahun
  • United Tractors, bersama dengan Sumitomo Corporation dan Kansai Electric Power Co, Inc, telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Listrik (PPA) dengan PLN untuk pengembangan ekspansi proyek Tanjung Jati B Pembangkit Tenaga Listrik Batu Bara unit 5 & 6, masing-masing memiliki kapasitas 1.000 MW, yang berlokasi di Jawa Tengah

2016,

  • Astratel memiliki 25% saham PT Trans Bumi Serbaraja, BUJT ruas tol Serpong-Balaraja sepanjang 30km.
  • Bank Permata menyelesaikan Rights Issue dan memperoleh dana sebesar Rp5,5 triliun untuk memperkuat permodalannya.
  • Acset, perusahaan kontraktor umum, anak perusahaan UT dengan kepemilikian 50,1%, menyelesaikan Rights Issue dan memperoleh Rp600 miliar untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya.
  • AAL menyelesaikan Rights Issue sebesar Rp4,0 triliun untuk memperkuat posisi keuangannya.
  • Toyota dan Daihatsu secara resmi meluncurkan mobil murah ramah lingkungan berkapasitas 7 orang, yaitu Astra Toyota Calya dan Astra Daihatsu Sigra, yang diterima oleh pasar dengan baik.
  • AOP melalui Bridgestone Astra Indonesia meresmikan pabrik yang memproduksi komponen anti vibrasi untuk kendaraan roda empat di Purwakarta, Jawa Barat. Pada bulan yang sama, AOP melalui Aisin Indonesia Automotive dan Advics Manufacturing Indonesia meresmikan pabrik yang memproduksi body part, engine part dan brake system di Kawasan KIIC Karawang, Jawa Barat.
  • PT Astra Land Indonesia, yang dimiliki masing-masing 50% oleh PT Menara Astra dan Hongkong Land, menandatangani sebuah perjanjian dengan anak usaha PT Modernland Realty Tbk untuk mengembangkan area seluas 67 hektar di Cakung, Jakarta Timur.
  • UT, melalui TTA, menandatangani Conditional Shares and Purchases Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi perusahaan batu bara (coking coal) di Kalimantan Tengah, PT Suprabari Mapanindo Mineral.
  • AAL dan anak perusahaannya, PT Eka Dura Perdana, mengakuisisi PT Mitra Barito Gemilang, perusahaan perkebunan karet, sehingga luas perkebunan AAL menjadi 1.700 hektar

2017,

  • Astra Tol melaksanakan akuisisi awal 40% saham PT Baskhara Utama Sedaya (BUS), yang memegang kepemilikan 45% operator jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km yang telah beroperasi penuh, serta menyetujui secara bersyarat akuisisi terhadap sisa 60% saham
  • Topping off Menara Astra & Anandamaya Residences, proyek properti perdana milik Astra
  • UT melalui PT Unitra Persada Energia memiliki 25% PT Bhumi Jati Power, yang akan mengembangkan dan mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga uap sebesar 1.000 MW di Jawa Tengah. Proyek build, operate and transfer ini dijadwalkan untuk mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2021. PT Bhumi Jati Power adalah perusahaan patungan dengan Sumitomo Power Corporation dan Kansai Electric Power
  • Bank Permata melaksanakan rights issue senilai Rp3,0 triliun, dimana seluruh pemegang saham telah mengambil hak mereka secara penuh
  • AOP melakukan ekspor Wintor, alat angkut multiguna khusus untuk perkebunan buatan lokal dengan kandungan komponen lokal 86%, untuk pertama kalinya dengan tujuan Malaysia
  • PT Astra Land Indonesia (ALI) menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kepemilikan saham PT Astra Modern Land dari 50% menjadi 67%
  • UT melalui anak perusahaannya TTA melakukan akuisisi 80,1% saham PT Suprabari Mapanindo Mineral, perusahaan coking coal di Kalimantan Teng
  • Astra Tol mengakuisisi sisa 60% saham BUS yang memiliki 45% saham jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8km yang telah beroperasi penuh. Total biaya akuisisi kepemilikan Grup Astra atas Baskhara Utama Sedaya sekitar Rp5 triliun
  • Astra Tol meningkatkan kepemilikan saham di jalan tol Semarang – Solo dari 25% menjadi 40%
  • Astra Tol melepas 49% sahamnya di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), usaha konsesi air dengan sisa waktu operasional selama 5 tahun

2018,

  • Perseroan melakukan investasi sebesar US$150 juta atau setara dengan Rp2 triliun untuk mengambil bagian saham baru yang diterbitkan oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK), sebuah perusahaan teknologi multi-platform Indonesia, yang menyediakan layanan yang bervariasi dari transportasi dan pembayaran hingga jasa untuk pengantaran makanan, logistik dan layanan on demand lainnya.
  • ALI membeli lahan seluas 3 hektar di kawasan bisnis Jakarta untuk pembangunan residensial dan komersial.
  • Bank Permata mendivestasikan 25% kepemilikan sahamnya di ASF kepada Perusahaan, untuk memperkuat posisi permodalannya dan memaksimalkan alokasi modal untuk pinjaman.
  • Anak perusahaan UT, Danusa Tambang Nusantara (DTN), menandatangani Conditional Share Sale Agreement untuk mengakuisisi 95% saham PT Agincourt Resources, perusahaan yang mengoperasikan tambang emas di Sumatera Utara.
  • Astra (melalui anak usahanya, SMI) dan WeLab, perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok termasuk Hong Kong yang bergerak pada bidang pembiayaan konsumen, mengumumkan pembentukan perusahaan pada bidang fintech, PT Astra WeLab Digital Arta, yang 60% dimiliki oleh SMI yang menawarkan produk pinjaman mobile kepada konsumen ritel dan menyediakan solusi finansial berbasis teknologi kepada konsumen korporasi.
  • UT, melalui DTN, telah menyelesaikan akuisisi 95% kepemilikan saham PT Agincourt Resources. Setelah penyelesaian transaksi ini, 95% saham PT Agincourt Resources dimiliki oleh DTN, dan 5% sisanya dimiliki oleh PT Artha Nugraha Agung, perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah lokal.

KPI (Key Performance Indicator)

**Berlangganan**

Katalis

**Berlangganan**

Perbandingan dengan Kompetitor

**Berlangganan**


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Visi:

Menjadi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasannasabah

Mission:

Rencana korporasi BRI 2018-2022 mencapai aspirasi sebagai penyedia jasa keuangan terintegrasi.

CEO – Sunarso mengatakan, We keep our focus on growing micro business to achieve 40% micro loan composition in 2022

Detail Bank:

BRI Memiliki 22.684 ATM
EDC sebanyak 284.425
CRM sebanyak 2.609
BRILink agen sebanyak 201.550
Jaringan E-channel yang tersebar di seluruh indonesia

Produk dan Jasa dari Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi

PT Bank BRISyariah (BRI Syariah) : Sharia Commercial Bank

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) : Bank Umum Nasional

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) : Pembiayaan

PT Asuransi BRI Life (BRI Life): Perusahaan Asuransi Jiwa

PT Danareksa Sekuritas (DS): Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek

PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures): Modal Ventura

BRI Remittance Co. Ltd. (BRI Remittance): Perusahaan Pengirim Uang

PT Bahana Artha Ventura (BAV) : Modal Usaha

PT Danareksa Investment Management (DIM) : Manajer Investasi Efek

PT Sarana Bersama Pengembangan Indonesia (SBPI) : Investasi

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) : Lembaga Setelmen Efek

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) : Peringkat Efek

Sejarah

1895 berdiri di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Aria Wiriatmaja, pada mulanya mengelola uang masjid, untuk dibagikan kepada public menggunakan skema sederhana

1968, 18 Desember secara resmi berdiri sebagai Bank Rakyat Indonesia berdasarkan UUD, yang sebelumnya diberi berbagai nama seperti “Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren”, Hulp en Spaarbank der Indlandsche Bestuurs Ambtenareen, Syomin Ginko

1992 BRI berubah status hokum menjadi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek.

2003, 10 November saham bernama BBRI

2007 BRI melakukan langkah strategis dan mengakuisisi Bank Artha Services (BJA), kemudian diubah menjadi PT Bank BRISyariah.

2009, 1 January Syariah BRI berdiri sendiri menjadi PT Bank BRISyariah (BRI Syariah)

2011, 3 Maret mengakuisisi saham PT Agro Niaga Tbk dari Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun)

2013 BRI menyediakan layanan mandiri perbankan melalui BRI Hybrid Banking

2015 BRI meluncurkan Teras BRI Kapal, Bank apung pertama di dunia

2016 BRI meluncurkan BRIsat, menjadikan Bank pertama di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelitnya.

2015 BRI membuka kantor cabang di Singapura, BRI New York Agency, BRI Cayman Island Branch, Hong Kong Representative Office, dan BRI Remittance Hong Kong.

2015 Mengakuisisi PT Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life)

2016 Menambahkan modal di PT BTMU-BRI Finance dari 45% ke 99% kemudian berganti nama menjadi PT BRI Multifinance Indonesia

2017, BRI membuka kantor cabang di Timor Leste, meluncurkan Teras BRI Kapal Bahtera Seva II dan Teras BRI Kapal Bahtera Seva III untuk mencapai area Labuan Bajo dan Halmahera

2017, BRI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang menyetujui pemecahan saham dari Rp.250 per saham menjadi Rp.50 per saham (rasio: 1:5)

2017, BRI meluncurkan BRISPOT, merupakan aplikasi hp dengan konsep 1 stop service untuk petugas Mantri-Loan untuk proses pinjaman end-toend.

2018, BRI meluncurkan AI bernama Sabrina bertugas memberikan informasi mengenai Bank BRI

2018, Desember, BRI melakukan investasi modal baru ke 3 perusahaan, PT BRI Ventura Investama 9BRI Venture) dan PT Danareksa Sekuritas (DS) serta PT Danareksa Investment Management (REDUP)

2019, BRI meluncurkan BRI Agro atau PINANG merupakan Digital Banking Lending Pertama di Indonesia, dan meluncurkan CERIA.

KPI (Key Performance Indicator)
**Berlangganan**

Katalis
**Berlangganan**

Perbandingan dengan Kompetitor
**Berlangganan**


“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

Apa itu Nonfarm Payrolls?

Secara kolektif, penggajian nonpertanian adalah penjumlahan dari pekerjaan penggajian yang tersedia dalam klasifikasi penggajian nonpertanian sebagaimana ditunjuk oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. Statistik penggajian non-pertanian bulanan adalah ukuran penggajian baru yang ditambahkan oleh entitas swasta dan pemerintah di AS. Statistik bulanan dilacak oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dan dilaporkan kepada publik secara bulanan melalui “Situasi Ketenagakerjaan” yang diikuti dengan cermat. ”Laporan.

Seperti namanya, daftar gaji nonpertanian mengecualikan perekrutan pekerja pertanian dalam industri pertanian. Selain pekerja pertanian, data penggajian nonpertanian juga mengecualikan beberapa pegawai pemerintah, rumah tangga pribadi, pemilik, dan karyawan nirlaba.

NONFARM PAYROLLS AS SANGAT DIPENGARUHI OLEH PANDEMI GLOBAL COVID-19 PADA BULAN MARET 2020.

Setelah lebih dari satu dekade pertumbuhan, nonfarm payrolls AS menyusut 701.000, dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%.

Memahami Nonfarm Payrolls

Sementara nama penggajian nonpertanian mengisyaratkan bahwa pekerja pertanian dikeluarkan dari statistik, ada juga beberapa kategori lain yang tidak dihitung BLS ketika mengumpulkan data penggajian nonpertanian. Menurut BLS , klasifikasi pekerja non pertanian mencakup sekitar 80% sektor bisnis AS yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara ini merupakan mayoritas yang signifikan dari angkatan kerja AS, ada beberapa pengecualian selain pekerja pertanian:

Pegawai pemerintah : Pemerintah adalah bagian penting dari laporan “Situasi Ketenagakerjaan” setiap bulan tetapi ada beberapa pegawai pemerintah yang dikecualikan. Kategori pemerintah mencakup karyawan sipil. Namun, itu tidak termasuk karyawan militer dan karyawan pejabat yang ditunjuk pemerintah. Karyawan dari Badan Intelijen Pusat, Badan Keamanan Nasional, Badan Pencitraan dan Pemetaan Nasional, dan Badan Intelijen Pertahanan juga dikecualikan.
Rumah tangga pribadi: Pegawai rumah tangga swasta dan pekerja rumah tangga domestik dikecualikan.
Pemilik: Pemilik umumnya pemilik usaha tidak berbadan hukum. Ini termasuk pemilik tunggal dan pekerja wiraswasta yang beroperasi tanpa pendirian bisnis terdaftar (misalnya, tanpa perseroan terbatas atau status kemitraan).
Karyawan nirlaba: Meskipun cukup besar, sektor nirlaba tidak termasuk untuk dipertimbangkan dalam statistik penggajian nonpertanian.

Titik Penting

Penggajian non-pertanian adalah penjumlahan dari pekerjaan penggajian yang tersedia dalam klasifikasi penggajian nonpertanian sebagaimana ditunjuk oleh Biro Statistik Tenaga Kerja.
Klasifikasi gaji nonpertanian tidak termasuk pekerja pertanian dan juga beberapa pegawai pemerintah, rumah tangga pribadi, pemilik, dan karyawan nirlaba.
Laporan bulanan “Statistik Ketenagakerjaan” Biro Statistik Tenaga Kerja mencakup bacaan tentang penambahan gaji nonpertanian dan tingkat pengangguran yang menjadikannya laporan utama yang menarik.

Survei Pembentukan

Bagian Survei Pendirian dari laporan “Situasi Ketenagakerjaan” memberikan perincian tentang penambahan gaji nonpertanian dan dapat dikenal sebagai laporan upah nonpertanian. Komponen utama dari Survei Pendirian meliputi:

Jumlah total gaji nonpertanian yang ditambahkan oleh entitas untuk bulan pelaporan
Penambahan gaji non-pertanian berdasarkan kategori industri: barang tahan lama, barang tidak tahan lama, layanan, dan pemerintah

Analisa ekonomi

Jumlah penggajian nonpertanian dan tingkat pengangguran adalah berita utama dari laporan “Situasi Ketenagakerjaan” tetapi para ekonom dan pembuat kebijakan menggunakan semua data yang tersedia untuk menilai keadaan ekonomi saat ini dan memperkirakan tingkat kegiatan ekonomi di masa depan. Laporan tersebut berisi banyak wawasan berharga tentang angkatan kerja yang memiliki dampak langsung terhadap ekonomi serta pasar saham, nilai dolar AS, nilai Treasury, dan harga emas .

Bank BCA (BBCA, Bank Komersil)

  • Vision :
    • Menjadi Bank pilihan dan pilar utama di ekonomi Indonesia
  • Mission:
    • Membangun pembayaran utama dan solusi finansial untuk bisnis dan perorangan. Mengerti perbedaan kebutuhan pelanggan dan menyediakan servis finansial yang tepat untuk mengoptimalkan kepuasan konsumen. Meningkatkan franchise korporasi kita dan para pemegang saham.
  • Detail Bank
    • Ownership: PT Dwimuria Investama Andalan 54.94%, Public 45.06%
    • Authorized Capital: Rp 5,5 triliun (5,500,000,000,000) dengan 88 Milliar Saham (88,000,000,000)
    • Modal: Rp 1,540 Milyar (1,540,938,125,000) dengan 24,655,010,000 saham
    • Masuk pasar saham: 31 May 2000
    • Total Employees: 24,780
    • Networks: 1,256 Cabang dengan 17,928 ATM
  • Produk dan Jasa
    • Akun deposit
    • Bank Transaksi
    • Elektronik Banking
    • Cash Managemetn Service
    • Credit Card
    • Bancassurance Products
    • Investasi Produk Reksa Dana (mutual fund)
    • Investasi Treasury (perbendaharaan) Produk
    • Fasilitas Kredit
    • Standby LC/ Jaminan Bank
    • Fasilitas Export dan Import
    • LC local
    • Fasilitas Foreign Exchange
  • Sejarah

1955 : Lahir dan dikenal sebagai “NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory”

1957: Mungumumkan mulai beroprasi pada 21 February 1957 di Kantor Utama di Jakarta

1970: Efektif pada 2 September 1975 nama bank diganti menjadi PT Bank Central Asia (BCA)

1977: Membuka chanel dan mendapatkan license membuka Foreign Exchange Bank di 1977

1980: Secara agresif memperluas jaringan dengan membuka cabang dengan proses deregulasi di Indonesia dalam bidang perbankan.

1980: membuka beberapa service dan produk baru termasuk Tahapan BCA (tabungan nasabah)

1990: BCA mengembangkan jaringan ATM.

1991: BCA menempatkan 50 ATM di berbagai lokasi di Jakarta dan secara intensive mengembangkannya

1991: BCA bekerja sama dengan institusi ternama seperti PT Telkom dan Citibank, mempermudah pembayaran telepon dan penarikan tunai dengan Kartu Kredit Citibank

1997: BCA mengalami Bank rush (kepanikan pengambilan tunai) selama masa krisis ekonomi

1998: BCA menjadi Bank Take Over (BTO) ditempatkan dibawah pengawasan rekapitulasi dan rekonstruksi program yang dilakukan oleh IBRA (Indonesian Bank Restructuring Agency), sebuah Institusi Pemerintah

1999: BCA secara penuh direkapitulasi dengan Pemerintahan Indoensia melalui IBRA, memperkiran kepemilikan sebesar 92,8% dari Saham BCA sebagai gantinya mendapatkan bantuan cair dari Bank Indonesia dan penukaran pinjaman dengan obligasi pemerintah

2000: BPPN mendivestasikan 22,5% sahamnya di BCA saham melalui Publik Perdana

Menawarkan, mengurangi kepemilikannya

2001: Dalam Penawaran Umum Sekunder,10% dari total saham BCA adalah tersedia untuk pasar. Kepemilikan BPPN (IBRA in English) di BCA menurun menjadi 60,3%. BCA menjadi 70,3%.

2002: Pengakuisisian Saham BCA sebesar 51% melalui strategi penempatan swasta

2004: BPPN (IBRA) mendivestasikan 1,4% saham BCA-nya ke investor dalam negeri melalui penempatan swasta

2005: Pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), divestasi sisa 5,02% dari BCA-nya berbagi dan tidak lagi memiliki bagian kepemilikan di BCA.

BCA memperkuat dan mengembangkan produk dan layanannya, terutama di bidang elektronik perbankan, dengan meluncurkan Debit perbankan internet, m-BCA perbankan seluler, EDCBIZZ, dll. BCA Ciptakan Bencana Pusat Pemulihan di Singapura. BCA mengembangkan keahlian di bidang pinjaman, termasuk ekspansi menjadi pembiayaan kendaraan.

2007: pelopor dalam memperkenalkan tarif tetap produk hipotek, Kartu Flazz

2008-2009: BCA perkenalkan Solitaire, layanan perbankan baru untuk individu dengan high-net worth tinggi

2010-2013: bisnis baru termasuk Syariah perbankan, pembiayaan sepeda motor, asuransi umum dan bisnis pasar modal. Meningkatkannya kepemilikan efektif dari 25% hingga 100% secara umum unit asuransi PT Asuransi Umum BCA

2014-2016: mengembangkan aplikasi Sakuku. – Pada Januari 2014, BCA membeli saham di PT Central Santosa Keuangan (CS Finance) pembiayaan roda dua perusahaan, meningkatkan Kepemilikan efektif bank dari 25% menjadi 70%. BCA juga mendapat izin untuk memberikan asuransi jiwa layanan melalui PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life). – BCA berpartisipasi dalam kesuksesan implementasi dari amnesti pajak pemerintah program dari Juli 2016 hingga Maret 2017.

2017-2018: BCA memulai untuk berkolaborasi dengan fintech dan perusahaan e-commerce, fitur transfer rekan menggunakan teknologi kode QR, berlaku di m-BCA dan Sakuku – BCA meluncurkan Layanan OneKlik – meluncurkan asisten virtual VIRA – BCA dan PT AIA Financial memperluas ruang lingkup mereka kemitraan. – BCA meningkatkan kepemilikan di anak perusahaannya, CS FInance, BCA Sekuritas dan BCA Hidup.

2019: BCA menyelesaikan Akuisisi saham 100% (langsung dan tidak langsung) dari PT Bank Royal Indonesia pada bulan Oktober 2019 dan akan berubah menjadi bank berbasis digital. – BCA menyuntikkan tambahan modal menjadi BCA Syariah dan CCV untuk mendukung pertumbuhan bisnis dua anak perusahaan.- meluncurkan BCA Keyboard – Pada bulan Desember 2019, BCA mengadakan penjualan bersyarat dan persetujuan pembelian (CSPA) untuk memperoleh 100% saham ekuitas PT Bank Rabobank Internasional Indonesia tunduk pada peraturan dan persetujuan pemegang saham

Event 2019

9 January: BCA menambahkan opsi pembayaran di Shopee melalui fitur baru OneKlik

10 January: Untuk Mendukung Keuangan Inklusif, BCA adalah Mitra Distribusi SBR005

22 February: Expoversary 2019 62 anniversary

28 Februari: Pertumbuhan 10.9% net profit 25.9 trillion, dibandingkan tahun lalu 23.3 triliun, operasional income meningkat 8,3% ke Rp 45.3 Triliun ketika operasional income yg lain tumbuh 17% ke Rp.17.7 triliun pada 2018

1 Maret:, Triathlon pertama se Indonesia, di Bali

13 Maret : Sekali lagi menerima Taxpayer Award

15 Maret : BCA mengkontribusi Rp.300 milyar pada Syndicated Loan Facility untuk PT Buana Finance Tbk.

27 Maret : BCA meluncurkan SYNRGY, Sebuah program akselerasi dan forum kolborasi untuk Startups

25 April : quartal pertama net profit growth menjadi 10.1% mencapai Rp. 6.1 triliun  dibandingkan dengan Rp. 5.5 triliun di tahun sebelumnya.
-Operasional Bank tumbuh dari 13. 7% ke Rp.16.7 triliun dibandingkan 14.7 triliun quartal awal tahun lalu.
 – Net interest income  11.2% YoY ke Rp. 12 trilun ketika operasional income tumbuh 10.7% YoY ke Rp. 4.7 trilun di quartal pertama 2019

2 Mei: meluncurkan SimPel BCA (student saving)

9 Mei: memperkuat komitken dalam sector pertanian melaui SMART Farming 4.0 di Indonesia (120 M)

4 Juni: meraih Gallup Great Workplace Award yg ketiga kalinya, 1 = 2015. 2 =2017.

20 Juni: BCA EGMS (rapat pemegang saham) merencanakan akuisisi PT Bank Royal Indonesia (Bank Royal)

24 July: Semester Pertama
Net Profit pertumbuhan 12.6% ke Rp12.9 Triliun dibandingkan Rp 11.4 Triliun tahun lalu
Net Interest income and operating income meningkat 16.1% ke Rp.34.2 triliun dibandingkan Rp29.5 tahun sebelumnya. Net Interest income meningkat dari 13.1% YoY ke Rp 24.6 triliun. Ketika operating income tumbuh 24.5% YoY ke Rp.9.6 triliun

1 Agustus: meluncurkan Teaching Factory: BCA Cash Management Academy’ Program

14 Agustus: CEO BCA menerima Lifetime Achievement Award

25 September: yg ke-7 kalinya menerima pengakuan internasional pada Asiamoney Awards, sebagai Best Domestic Bank dan Best Digital Bank di Asiamoney 2019 Award di Singapore

8 Oktober: BCA Launched WELMA Wealth Management Apps di Indonesia Knowledge Forum VIII 2019 (aplikasi membeli produk investasi seperti mutual funds, bonds dan asuransi pendidikan dengan HP.)

11 Oktober: PT BCA Multi Finance (BCAMF) menggantikan PT Central Sentosa Finance (CS Finance)

28 October: Kuartal Ketiga
Net Income meningkat 13% YoY ke Rp20.9 trilun
Net interest income meningkat 12.2% YoY ke Rp37.4 triliun.
Operating Income meningkat 19.3% YoY ke Rp15 Triliun,

11 November: BCA JCB Black Credit Card diluncurkan

18 November: BCA’s Cash Recycling machine (CRM) Awarded MURI Record, sebuah bank pribadi dengan, mesin daur ulang cash di Indonesia

3 Desember: Support Healthcare, BCA mendonasikan alat operasi katarak dan donor darah

6 Desember: Halo BCA menyimpan 26 Medals pada 2019 Contact Center World

10 December: BCA mendonasikan 15,000 asuransi kepada tenaga kerja yang tidak formal

KPI (Key Performance Indicator)

**Berlangganan**

Katalis

**Berlangganan**

Perbandingan dengan Kompetitor

**Berlangganan**

“Rangkuman ini adalah informasi yang saya pecah belah dengan menggunakan sistem Kualitatif dan Kuantitatif untuk memahami secara akurat sebuah perusahaan sekaligus memberikan penglihatan masa depan apakah sebuah perusahaan layak menjadi tempat investasi Anda dalam 60 hari kedepan atau tidak. Untuk memahami konsep sistematik proses ini, silakan klik link berikut.”

Apa itu PPIFGS?

Kilas sejarah PPIFGS

Pada Januari 2014, Indeks Harga Produsen (PPI) beralih dari sistem agregasi Stage of Processing (SOP) ke sistem agregasi Final Demand-Intermediate Demand (FD-ID). Efektif dengan rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Januari 2016 pada bulan Februari 2016, PPI menghentikan penghitungan dan publikasi versi Tahap Proses (SOP) dari indeks-indeks ini.

Seri data telah beralih dari sistem agregasi Stage of Processing (SOP) ke Final Demand-Intermediate Demand (FD-ID). Seri data Semua Tahap Proses (SOP) telah dihentikan. Silakan lihat penggantian untuk seri data di: https://fred.stlouisfed.org/series/WPSFD49207

Gambaran Perubahan PPIFGS

Indeks Harga Produsen (PPI) mengukur perubahan rata-rata harga yang diterima oleh produsen dalam negeri untuk output mereka. Sebagian besar informasi yang digunakan dalam menghitung PPI diperoleh melalui pengambilan sampel industri secara sistematis. Pada Januari 2014, program PPI mencakup pengelompokan indeks berikut:

  • Indeks harga untuk industri pertambangan, kehutanan, utilitas, konstruksi, manufaktur, dan jasa; indeks kelompok industri; dan indeks untuk kategori produk dan layanan dalam industri tertentu.
  • Indeks harga komoditas untuk barang, jasa, dan konstruksi (disesuaikan secara musiman dan tidak disesuaikan secara musiman) yang diselenggarakan oleh produk, layanan, dan penggunaan akhir.
  • Tindakan agregat perubahan harga, termasuk sistem agregasi permintaan akhir – permintaan menengah (FD-ID).
  • Struktur PPI FD-ID mengukur perubahan harga untuk barang, jasa, dan konstruksi yang dijual ke permintaan akhir dan ke permintaan antara. Sistem FD-ID menggantikan sistem tahap-pemrosesan-PPI (SOP) sebagai model agregasi utama PPI dengan rilis data untuk Januari 2014. Sistem FD-ID memperluas cakupan dalam langkah-langkah agregatnya di luar sistem SOP melalui penambahan layanan, konstruksi, ekspor, dan pembelian pemerintah.


Indeks FD-ID dibuat dari indeks harga output produsen berdasarkan komoditas. Indeks harga output berbasis komoditas ini dialokasikan ke kategori agregat berdasarkan proporsi penggunaan menurut jenis pembeli. Sumber utama data yang digunakan untuk menentukan jenis pembeli adalah tabel berjudul “Use of commodities by industries, before redefinition” dari Tabel Benchmark Input – Output Data Amerika Serikat, yang diproduksi oleh Biro Analisis Ekonomi AS (BEA).

Dua kelas utama pembeli yang termasuk dalam sistem FD-ID adalah permintaan akhir (konsumsi pribadi, investasi modal, pemerintah, ekspor) dan permintaan menengah (pembelian bisnis, tidak termasuk investasi modal). Dalam banyak kasus, komoditas yang sama dibeli oleh berbagai jenis pembeli, sehingga komoditas sering dimasukkan dalam beberapa indeks FD-ID. Sebagai contoh, bensin reguler dibeli untuk konsumsi pribadi, ekspor, penggunaan pemerintah, dan penggunaan bisnis.

Program PPI hanya menerbitkan satu indeks komoditas untuk bensin reguler, yang mencerminkan penjualan ke semua jenis pembeli. Indeks inilah yang digunakan dalam semua agregasi FD-ID, terlepas dari apakah bensin dijual untuk konsumsi pribadi, sebagai ekspor, kepada pemerintah, atau ke bisnis, dengan perbedaan yang diperhitungkan dalam bobot yang berlaku untuk setiap FD atau ID agregat indeks. Dalam beberapa kasus, tipe pembeli adalah karakteristik penentuan harga yang penting, dan menghasilkan indeks komoditas yang dibuat atas dasar itu. Misalnya, dalam kategori PPI untuk layanan pinjaman, indeks terpisah untuk pinjaman konsumen dan pinjaman bisnis dibangun. Dalam hal ini, indeks komoditas untuk pinjaman konsumen akan dimasukkan dalam indeks permintaan akhir. Dan indeks komoditas untuk pinjaman usaha akan jatuh di bawah permintaan menengah.

Perbedaan Permintaan Akhir dan Permintaan Menengah

Pengelompokan khusus

Selain struktur FD-ID yang dijelaskan pada bagian sebelumnya, sejumlah indeks tambahan telah dikembangkan untuk memberikan pengelompokan indeks kepada pengguna data yang tidak tersedia melalui struktur FD-ID primer.

Permintaan akhir

Porsi permintaan akhir dari sistem FD-ID mengukur perubahan harga untuk komoditas yang dijual sebagai konsumsi pribadi, investasi modal, pembelian pemerintah, dan ekspor. Sistem ini terdiri dari enam indeks harga utama: barang permintaan akhir; layanan perdagangan permintaan akhir; transportasi permintaan akhir dan layanan pergudangan; layanan permintaan akhir tidak termasuk perdagangan, transportasi, dan pergudangan; konstruksi permintaan akhir; dan permintaan akhir keseluruhan.

Permintaan menengah

Bagian permintaan menengah dari sistem FD-ID melacak perubahan harga untuk barang, jasa, dan produk konstruksi yang dijual ke bisnis sebagai input untuk produksi, tidak termasuk investasi modal. Sistem ini mencakup dua perlakuan paralel permintaan menengah. Perlakuan pertama mengorganisir komoditas permintaan menengah berdasarkan jenis. Yang kedua mengorganisasikan komoditas permintaan menengah ke dalam tahap produksi, dengan tujuan eksplisit mengembangkan model aliran maju produksi dan perubahan harga.

Apa itu CPILFESL?

Apa itu The Consumer Price Index for All Urban Consumers: All Items (CPIAUCSL) atau dalam bahasa “Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan: Semua Barang Kurang Makanan & Energi” adalah agregat harga yang dibayar oleh konsumen perkotaan untuk barang-barang, tidak termasuk makanan dan energi. Pengukuran ini, yang dikenal sebagai “Core CPI,” banyak digunakan oleh para ekonom karena pangan dan energi memiliki harga yang sangat fluktuatif.

Apa itu CPIAUCSL?

Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Urban: Semua Barang atau dalam bahasa inggris, The Consumer Price Index for All Urban Consumers: All Items (CPIAUCSL) adalah ukuran dari perubahan bulanan rata-rata dalam harga untuk barang dan jasa yang dibayar oleh konsumen perkotaan antara dua periode waktu. Ini juga dapat mewakili kebiasaan pembelian konsumen perkotaan. Indeks khusus ini mencakup kira-kira 88 persen dari total populasi, terhitung sebagai penerima upah, pekerja administrasi, pekerja teknis, wiraswasta, pekerja jangka pendek, pengangguran, pensiunan, dan mereka yang tidak termasuk dalam angkatan kerja.

CPI didasarkan pada harga makanan, pakaian, tempat tinggal, dan bahan bakar; ongkos transportasi; biaya layanan (mis., layanan air dan saluran pembuangan); dan pajak penjualan. Harga dikumpulkan setiap bulan dari sekitar 4.000 unit rumah dan sekitar 26.000 perusahaan ritel di 87 wilayah perkotaan. Untuk menghitung indeks, perubahan harga dirata-rata dengan bobot yang mewakili kepentingannya dalam pengeluaran kelompok tertentu. Indeks ini mengukur perubahan harga (sebagai perubahan persen) dari tanggal referensi yang telah ditentukan. Selain indeks disesuaikan didistribusikan, Biro Statistik Tenaga Kerja juga merilis indeks yang disesuaikan secara musiman atau seasonal. Seri yang tidak disesuaikan mencerminkan semua faktor yang dapat memengaruhi perubahan harga. Namun, akan sangat berguna untuk melihat CPI yang disesuaikan secara musiman karena hasil data menghilangkan efek perubahan musim, seperti cuaca, tahun sekolah, siklus produksi, dan hari libur.


CPI dapat digunakan untuk mengenali periode inflasi dan deflasi. Peningkatan CPI yang signifikan dalam jangka waktu pendek mungkin mengindikasikan periode inflasi, dan penurunan CPI yang signifikan dalam jangka waktu pendek mungkin mengindikasikan periode deflasi. Namun, karena CPI termasuk volatile food dan harga minyak, itu mungkin bukan ukuran yang dapat diandalkan dari periode inflasi dan deflasi. Untuk deteksi yang lebih akurat, CPI inti (CPILFESL) sering digunakan. Saat menggunakan CPI, harap dicatat bahwa itu tidak berlaku untuk semua konsumen dan tidak boleh digunakan untuk menentukan biaya hidup relatif. Selain itu, CPI adalah ukuran statistik yang rentan terhadap kesalahan pengambilan sampel karena didasarkan pada sampel harga dan bukan dari nilai rata-rata yang lengkap.

Apa itu Interest Rate atau Suku Bunga pada Sebuah Negara?

Interest Rate atau Suku bunga didefinisikan sebagai proporsi dari jumlah yang dipinjamkan oleh pemberi pinjaman sebagai bunga kepada peminjam, biasanya dinyatakan sebagai persentase tahunan. Ini adalah kurs yang dikenakan bank atau pemberi pinjaman lain untuk meminjam uangnya, atau kurs yang dibayarkan bank kepada penabungnya untuk menyimpan uang di rekening.

Suku bunga negara G10 rata-rata lebih rendah daripada suku bunga Indonesia negara kita, jadi hindari dalam meminjam uang di Bank atau sejenisnya ya teman-teman.

Definisi yang lebih dalam

Suku bunga umumnya digunakan untuk pinjaman pribadi dan hipotek, meskipun mereka dapat memberikan pinjaman untuk pembelian mobil, bangunan dan barang-barang konsumen.


Pemberi pinjaman biasanya menawarkan tingkat bunga yang lebih rendah kepada peminjam yang berisiko rendah, dan tingkat yang lebih tinggi bagi peminjam berisiko tinggi. Sementara pemberi pinjaman biasanya menetapkan tarif mereka sendiri, persaingan untuk peminjam berarti pemberi pinjaman dalam area tertentu biasanya menawarkan jumlah yang sebanding.

Alasan Perubahan Suku Bunga

Selain dari penilaian risiko peminjam, beberapa faktor luar dapat memengaruhi suku bunga saat ini. Ini biasanya termasuk inflasi, suplai uang yang lebih rendah atau permintaan kredit yang tinggi.

Ketika suku bunga naik, ekonomi mungkin memburuk karena kurangnya kredit yang terjangkau. Suku bunga dapat memengaruhi laba perusahaan dan kebijakan moneter pemerintah.

Apa itu M2?

Ukuran pasokan uang yang digunakan oleh berbagai bank sentral. Dalam Sistem Cadangan Federal (Federal Reserved System), M2 mencakup semua mata uang fisik baik uang kertas dan koin yang beredar dan rekening giro, dan rekening tabungan, sertifikat deposito hingga $ 100.000 (atau yang setara), dan rekening pasar uang. Jika semua jumblah uang ini dihitung, jumblah itulah yang dinamakan M2. M2 diawasi dengan cermat sebagai indikator jumlah uang beredar dan inflasi di masa depan, dan sebagai indikator dalam pembuatan kebijakan moneter bank sentral

Perbedaan Kecil dalam Pengertian M2 di setiap Negara

Bank Sentral Eropa mendefinisikan M2 sebagai mata uang agregasi dalam sirkulasi, deposito jangka pendek, deposito berjangka waktu hingga dua tahun, dan deposito yang dapat ditebus dengan pemberitahuan hingga tiga bulan.

Bank-bank sentral Jepang, India, dan Selandia Baru memiliki definisi yang mirip dengan (tetapi tidak persis sama dengan) Federal Reserve. Sementara bank sentral yang berbeda memiliki definisi M2 yang sedikit berbeda, semua termasuk uang yang saat ini beredar dan uang yang kemungkinan besar akan beredar. Oleh karena itu, ini adalah ukuran paling umum yang digunakan dalam meramalkan inflasi.

Memahami M2

M2 adalah klasifikasi uang yang lebih luas daripada M1, karena termasuk aset yang sangat likuid tetapi tidak tunai. Seorang konsumen atau bisnis biasanya tidak menggunakan simpanan tabungan dan komponen M2 non-M1 lainnya ketika melakukan pembelian atau membayar tagihan, tetapi dapat mengubahnya menjadi uang tunai dalam waktu yang relatif singkat. M1 dan M2 terkait erat, dan para ekonom ingin memasukkan definisi M2 yang lebih luas ketika membahas jumlah uang beredar, karena ekonomi modern sering melibatkan transfer antar jenis akun yang berbeda. Misalnya, bisnis dapat mentransfer $ 10.000 dari akun pasar uang ke rekening gironya. Transfer ini akan meningkatkan M1, dan tidak termasuk dana pasar uang lagi, sambil menjaga M2 tetap stabil, karena M2 mengandung akun pasar uang.

Jumlah Uang Beredar

M2 sebagai ukuran jumlah uang beredar adalah faktor penting dalam peramalan masalah seperti inflasi. Inflasi dan suku bunga memiliki konsekuensi besar bagi perekonomian secara umum, karena ini sangat memengaruhi lapangan kerja, pengeluaran konsumen, investasi bisnis, kekuatan mata uang, dan neraca perdagangan. Di Amerika Serikat, Federal Reserve menerbitkan data pasokan uang setiap Kamis pukul 4.30 malam, tetapi ini hanya mencakup M1 dan M2. Data deposito berjangka besar, dana pasar uang institusi dan aset likuid besar lainnya diterbitkan setiap triwulan, dan dimasukkan dalam pengukuran pasokan uang M3

Perubahan Jumlah Uang Beredar

Di Amerika Serikat, mandat ganda Federal Reserve adalah untuk menyeimbangkan pengangguran dan inflasi. Salah satu caranya adalah dengan memanipulasi jumlah uang beredar M2. M2 memberikan wawasan penting ke arah, ekstremitas, dan kemanjuran kebijakan bank sentral. M2 telah tumbuh seiring dengan ekonomi, naik dari $ 4,6 triliun pada Januari 2000 menjadi $ 14,5 triliun pada Januari 2019. Pasokan tidak pernah menyusut dari tahun ke tahun (YOY) di titik mana pun pada periode itu. Pertumbuhan paling ekstrem terjadi pada September 2001, Januari 2009 dan Januari 2012, ketika tingkat ekspansi M2 mencapai 10%. Periode dipercepat ini bertepatan dengan resesi dan kelemahan ekonomi, di mana kebijakan moneter ekspansif digunakan oleh bank sentral.